APA ITU ATHEIS DAN AGNOSTIK SERTA PERBEDAAN ANTAR KEDUANYA





Pengertian atheis

         Atheis berasal dari bahasa yunani yakni, “a” yang artinya tidak atau tanpa, dan “theos” yang berarti tuhan. Jadi secara sederhana atheis adalah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasikan mereka yang tidak percaya akan keberadaan akan tuhan sehingga semua orang ateis tidak beragama, meski memang terdapat agama yang dituduh sebagai agama ateistik karena tidak menyebutkan nama tuhan dalam ajarannya . Istilah atheis mulai populer sekitar abad 19 dan abad 20 ketika bermunculan pergerakan-pergerakan yang
menentang otoritas gereja yang dianggap terlalu membelenggu kebebasan berfikir. Seiring berjalannya waktu definisi maupun batasan-batasan istilah atheis mulai berkembang, sebagaimana para filsuf membagi-bagi jenis-jenis atheis, seperti atheis lemah-kuat, atheis implisif-ekspilsif, atheis praktis dan atheis teoritis serta masih banyak lagi macamnya. Namun dari kesemuanya itu tetap terdapat garis besar yang menjiwai dan mendasarinya, yakni ketidak percayaan akan entitas yang maha tinggi di atas segalanya yang mengatur segala sesuatu. Dan perlu diketahui bahwa jumlah atheis di dunia secara keseluruhan mengalami peningkatan sejalan dengan waktu, sebagai contoh lebih fari 60% penduduk jepang adalah atheis, sedangkan di Sweda lebih buruk lagi keadaanya dengan presentase lebih dari 80% penduduknya yang atheis. Beberapa tokoh atheis yang terkenal di dunia, di antaranya adalah, Richard Dawkins,ahli biologi evolusioner dan penulis Inggris,  Samuel Benyamin Haris, seorang filsuf dan neuroscientist, Alan Turing, pendiri Ilmu Komputer dan kecerdasan buatan yang terkenal dengan karyanya di Bletchley Park, dan Stephen Hawking, salah satu fisikawan teoritis terbesar dunia.


Pengertian Agnostik

              Agnostik berasal dari bahasa Yunani, yakni “a” yang artinya “tidak atau tanpa” dan “gnostein” yang artinya “tahu; mengetahui. Secara harfiayah agnostik bermakna seseorang yang tidak mengetahui atau seseoarang yang tanpa pengetahuan. Agnostic adalah istilah yang merujuk pada pandangan seseorang terkait ketuhanan, di mana orang yang agnostik memiliki pandangan bahwa tidak ada sesuatu atau pun bukti yang dapat menunjukan jika Tuhan itu memang benar-benar ada atau pun sebaliknya.pada intinya dasar dari pandangan ini adalah keraguan memposisikan  diri dalam meyakini akan keberadaan tuhan, karena mereka percaya tidak ada seorang pun yang dapat membuktikan tuhan itu ada bahkan jika seseorang itu menggunakan dalil-dalil dalam kitab suci agama, sebaliknya di saat yang sama mereka juga tidak dapat menyangkal terhadap kemungkinan adanya tuhan. Mereka meyakini jika pengetahuan akan keberadaan tuham ada sesuatu yang berada di luar jangkauan manusia. Beberapa tokoh agnostik yang terkenal, di antaranya adalah, Francis Crick (1916–2004), salah satu penemu struktur DNA,Charles Darwin, (1809–1882), pengagas teori evolusi,
Frederick James Furnivall, (1825–1910), penyunting kedua Oxford English Dictionary dan
Brad Pitt (lahir 1963-), aktor Amerika Serikat.


Jadi, meskipun istilah atheis dan agnostik sekilas sama digunakan untuk menggambarkan fenomena teisme atau ketuhanan, akan tetapi memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari tingkat penyangkalan akan keberadaan tuhan, dimana atheis secara mutlak menolak keyakinan akan keberadaan tuhan dan hal-hal spiritual lainnya seperti alam akhirat dan mahluk halus sehingga meraka tidak beragama, sedangkan agnostik bersifat lebih lunak dengan membuka kemungkinan mereka untuk percaya akan keberadaan tuhan, mereka hanya ragu eksistensi tuhan karena tidak ada bukti yang menurut mereka benar-benar menunjukan akan keberadaannya.    







Post a Comment

Previous Post Next Post