1.BUAT TULISAN YANG BERKUALITAS
Tips
yang pertama dan utama agar tulisan artikel opini kita dimuat di media masa
tentu saja dengan menghasilkan tulisan yang berkualitas. Secara umum tulisan
yang berkualitas adalah tulisan yang memiliki karakter yang kuat Untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas
ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, diantaranya adalah gaya atau cara
kita
mengemukakan ide dalam permasalahan yang kita angkat, usahakan artikel
yang kita buat tidak berisi banyak kutipan
maksimal 3 kutipan, dan perhatikan pula enjabennya(taata tulisan
meliputi penempatan titik, koma dan tanda baca lainnya)
2.ANGKAT TEMA-TEMA YANG RAMAI DIBAHAS
Artikel
dengan tema yang sedang ramai dibahas publik lebih diutamakan media masa
terkait srerta mudah diloloskan oleh redaktur dibanding artikel dengan tema
yang beda meskipun memiliki kualitas yang sama atau bahkan lebih. Untuk membuat
artikel yang sedang ramai dibahas kita harus up to date dan selalu mengikuti
perkembangan yang ada.Di sinilah
tantangan seorang penulis untuk berpacu dengan waktu sebelum tema yang sedang
ramai menjadi basi karena tidak hanya kita saja yang membuat artikel debgan
tema yang sama.
3.PAHAMI
WARNA MEDIA MASA YANG MENJADI TARGET KITA
Salah satu hal yang tak kalah
pentingnya agar tulisan artikel opini kita dimuat adalah dengan memahami
karakter media masa yang menjadi target kita, pahami dahulu media masa tersebut
sebelum kita ,mengirimkan naskah tulisan kita, karena tentu saja kecil
kemungkinan dimuat kalo tulisan kita yang bertema agama dimuat kalo kita kirim ke media masa yang lebih
mengutamakan artikel dengan tema politik, apalagi kalo kita masih sebagai
pendatang baru.
4.MULAILAH
MENGIRIM NASKAH DI MEDIA MASA
BERSEGMEN DAERAH
Segala sesuatunya membutuhkan
proses, maka ada baiknya kalo kita mau mengirimkan naskah ke media masa sebagai
tahapan awal maka pilihlah media masa yang memiliki segmen daerah. Hal ini juga
dilakukan dengan pertimbangan tingkat kesulitan untuk artikel kita tembus, serta
mengetahui kualitas tulisan karya kita layak atau tidak karena logikanya kalo
ditingkat daerah saja tidak lolos maka sangat besar kemungkinan berakhir sama
jika kita kirim di mesia masa dengan ruang lingkup lebih luas. Barulah kita
kirimkan karya artikel opini kita ke media masa bersegmen lebih luas setelah
minimal beberapa artiekl kita berkibar ruah di media masa bersegemen daerah,
serta setelah dirasa tulisan kita layak
untuk naik segmen media masa. Karena perlu diingat, banyak penulis yang
akhirnya gagal karena tidak sabar mengikuti tahapan dari yang terbawa dulu
sebelum naik ke atas.
5.GUNAKAN PENDEKATAN TULISAN BERSIFAT
PUBLIK
Meskipun penulisan artikel opini
menggunakan format bahasa yang baku akan tetapi bukan berarti tulisan artikel opini
harus menggunakan bahasa yang sok intelek yag cendrung belibet dan susah
dipahami. Hindari pengggunaan bahasa yang bernilai akademis tinggi, tulisan
yang semacam ini akan sulit dimuat media masa karena artikel media masa harus
bersifat public atau menyentuh semua lapisan masyarakat. Penulisan yang
berkarakter seperti tulisan filsafat yang membuat pembaca tidak hanya bingung
juga pusing dapat dipastikan tidak akan dimuat. Jadi buatlah artikel dengan
bahasa yang praktis namum mengalir.
6.TETAP
BERKOMITMEN MENULIS
Ada kalanya seorang penulis harus mengalami fase yang dinamakan penolakan, akan tetapi kita harus memahaminya sebagai bagian dari proses menjadi seorang penulis yang handal dan berjam terbang tinggi. Jangan sampai penolakan yang kita alami menghentikan kita untuk terus mencoba dan terus menulis tentunya. Teruslah asah skill menulis kita dengan tak lupa melakukan evaluasi-evalusi terhadap karya tulisan kita serta tak lupa dibarengi dengan tetap terus membaca khususnya bacaanberupa artikel sebagai bahan reperensi.
Demikian tips yang dapat saya
bagika kepada pembaca semoga kiranya bermanfaat. Tetepa semangat menulis. Salam
sejahtera dan salam literasi.

Post a Comment