6 TIPS AMPUH AGAR ARTIKEL OPINI KITA DIMUAT MEDIA MASA



1.BUAT TULISAN YANG BERKUALITAS

Tips yang pertama dan utama agar tulisan artikel opini kita dimuat di media masa tentu saja dengan menghasilkan tulisan yang berkualitas. Secara umum tulisan yang berkualitas adalah tulisan yang memiliki karakter yang kuat  Untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, diantaranya adalah gaya atau cara kita
mengemukakan ide dalam permasalahan yang kita angkat, usahakan artikel yang kita buat tidak berisi banyak kutipan  maksimal 3 kutipan, dan perhatikan pula enjabennya(taata tulisan meliputi penempatan titik, koma dan tanda baca lainnya)

2.ANGKAT TEMA-TEMA YANG RAMAI DIBAHAS

Artikel dengan tema yang sedang ramai dibahas publik lebih diutamakan media masa terkait srerta mudah diloloskan oleh redaktur dibanding artikel dengan tema yang beda meskipun memiliki kualitas yang sama atau bahkan lebih. Untuk membuat artikel yang sedang ramai dibahas kita harus up to date dan selalu mengikuti perkembangan  yang ada.Di sinilah tantangan seorang penulis untuk berpacu dengan waktu sebelum tema yang sedang ramai menjadi basi karena tidak hanya kita saja yang membuat artikel debgan tema yang sama.

3.PAHAMI WARNA MEDIA MASA YANG MENJADI TARGET KITA

            Salah satu hal yang tak kalah pentingnya agar tulisan artikel opini kita dimuat adalah dengan memahami karakter media masa yang menjadi target kita, pahami dahulu media masa tersebut sebelum kita ,mengirimkan naskah tulisan kita, karena tentu saja kecil kemungkinan dimuat kalo tulisan kita yang bertema agama dimuat  kalo kita kirim ke media masa yang lebih mengutamakan artikel dengan tema politik, apalagi kalo kita masih sebagai pendatang baru.        

4.MULAILAH MENGIRIM NASKAH DI MEDIA MASA        BERSEGMEN DAERAH

             Segala sesuatunya membutuhkan proses, maka ada baiknya kalo kita mau mengirimkan naskah ke media masa sebagai tahapan awal maka pilihlah media masa yang memiliki segmen daerah. Hal ini juga dilakukan dengan pertimbangan tingkat kesulitan untuk artikel kita tembus, serta mengetahui kualitas tulisan karya kita layak atau tidak karena logikanya kalo ditingkat daerah saja tidak lolos maka sangat besar kemungkinan berakhir sama jika kita kirim di mesia masa dengan ruang lingkup lebih luas. Barulah kita kirimkan karya artikel opini kita ke media masa bersegmen lebih luas setelah minimal beberapa artiekl kita berkibar ruah di media masa bersegemen daerah, serta setelah  dirasa tulisan kita layak untuk naik segmen media masa. Karena perlu diingat, banyak penulis yang akhirnya gagal karena tidak sabar mengikuti tahapan dari yang terbawa dulu sebelum naik ke atas.

5.GUNAKAN PENDEKATAN TULISAN BERSIFAT PUBLIK

              Meskipun penulisan artikel opini menggunakan format bahasa yang baku akan tetapi bukan berarti tulisan artikel opini harus menggunakan bahasa yang sok intelek yag cendrung belibet dan susah dipahami. Hindari pengggunaan bahasa yang bernilai akademis tinggi, tulisan yang semacam ini akan sulit dimuat media masa karena artikel media masa harus bersifat public atau menyentuh semua lapisan masyarakat. Penulisan yang berkarakter seperti tulisan filsafat yang membuat pembaca tidak hanya bingung juga pusing dapat dipastikan tidak akan dimuat. Jadi buatlah artikel dengan bahasa yang praktis namum mengalir.

6.TETAP BERKOMITMEN MENULIS

          Ada kalanya seorang penulis harus mengalami fase yang dinamakan penolakan, akan tetapi kita harus memahaminya sebagai bagian dari proses menjadi seorang penulis yang handal dan berjam terbang tinggi. Jangan sampai penolakan yang kita alami menghentikan kita untuk terus mencoba dan terus menulis tentunya. Teruslah asah skill menulis kita dengan tak lupa melakukan evaluasi-evalusi terhadap karya tulisan kita serta tak lupa dibarengi dengan tetap terus membaca khususnya bacaanberupa artikel sebagai bahan reperensi.


            Demikian tips yang dapat saya bagika kepada pembaca semoga kiranya bermanfaat. Tetepa semangat menulis. Salam sejahtera dan salam literasi.

Post a Comment

Previous Post Next Post