CARA MENDAPAT DANA UNTUK ORGANISASI SECARA EFEKTIF DAN ELEGAN



      Sesuai dengan judul artikel di atas, pada kesempatan kali ini saya akan membahas bagaimana cara mencari sumber dana bagi organisasi untuk mendukung segala aktivitas di dalamnya. Sebagaimana yang kita semua tahu, keberadaan  budget atau anggaran dalam suatu organisasi apa paun itu sangat penting dan
mendasar.  Namun organisasi yang saya maksudkan dalam bahasan ini, bukanlah organisasi-organisasi besar juga elit seperti partai politik dan sebagainya, melainkan organisasi-organisasi dalam skala kecil seperti komunitas pelajar.  Contoh paling mudah yang saya ambil adalah organisasi IPNU-IPPNU karena bagimana pun juga saya pernah aktif di dalam IPNU di desa saya sendiri meskipun hanya sebentar.

Yang saya pelajari selama aktif di dalam organisasi yang berinduk ke pusatnya yaitu PBNNU ini, cara mendapatkan dana yang selama ini berjalan adalah dengan cara yang masih tradisional, mengapa saya katakan demikian, karena sumber dana tersebut meniti beratkan pada iuran uang khas setiap anggotanya, maupun  pengajuan-pengajuan proposal kepada pihak tertentu ketika akan mengadakan kegiatan yang cukup besar, sehingga bisa kamu bayangkan sendiri dengan kondisi yang demikian, akan susah bagi  organisasi sekelas  IPNU-IPPNU untuk mengadakan acara-acara besar secara rutin dan mandiri sebagai dedikasinya terhadap visi serat misi organisasinya  tersebut. Sayangnya, kondisi ini juga saya temukan di desa-desa lain sehingga saya berkesimpulan jika hal demikian mungkin umum terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Baik, mungkin benar juga, skala IPNU-IPPNU barang kali terlalu kecil dalam bahasan ini, kita perlebar cangkupan organisasi menjadi sekalas IPNU-IPPNU PAC (untuk cangkupan satu kecamatan). Mengapa ini kemudian menjadi penting, sederhana saja, keadaan zaman telah berubah, untuk mencapai sesuatu dengan cara lama mungkin akan memiliki nilai minus pada hasil, kita membutuhkan cara yang lebih elegan dan efektif untuk menghasilakan dana bagi organisasi apa pun bentuk organisasinya, entah itu organisasi pecinta literasi, organisasi pecinta budaya, terlebih lagi IPNU-IPPNU. Pengumpulan dana dengan cara menyisihkan uang dari setiap anggota dan pengajuan proposal-proposal sudah kuno, dan tidak bisa jadikan sumber dana yang paling pokok dan utama, meski cara-cara tersebut keberadaannya tidak harus dihilangkan sama sekali,akan tetapi memang harus di tambahkan opsi baru bagi sumber dan organisasi ini.

Mari kita buang sikap naïf, dan menerima fakta bahwa tanpa dukungan dana yang memadai bisa dibilang hampir tidak mungkin organisasi akan mengalami tumbuh kembang dan terus survive ke depannya. Saya menyadari betul, jika kekompakan dan semangat setiap anggota itu memiliki peranan penting di dalam gerak organisasi, tapi melihat dan terjun langsung di lapangan , fakta menjelaskn jika itu saja tidak cukup.



SEBUAH CARA BARU

Kita harus menemukan dan memulai  sebuah cara baru untuk mendatangkan aliran dana bagi organisasi yang ingin kita majukan. Sebuah aliran dana yang memiliki nilai positif dan nilai lebih, baik secara kulaitas  maupun kuantitas, bagiamana aliran dana itu memiliki nilai kulaitas, meminta-minta di jalan raya dengan membawa kardus untung penggalangan dana, tentu itu kita pahami sendiri hal tersebut kurang dalam hal kualitas bukan.

Namun sebelum itu, kita tata terlebih dahulu niat dan pemahaman kita, bahwa segala upaya yang akan kita lakukan guna mencari sumber dana ini adalah untuk kepentingan organisasi sebagi bagian yang menjadi penopang, bukan malah menjadi tujuan utama. Kita mencari sumber dengan cara yang lebih efektif dan elegan untuk keberlangsungan dari gerak komunitas, sehingga tidak ada yang melakukannya karena semata-mata mencari keuntungan pribadi, itulah batasan  yang benar-benar harus kita perhatikan.

Lalu apa sajakan contoh jelas dari upaya menghasilkan aliran dana dengan cara efektif dan elegan, dalam hal ini organisasi IPNU-IPPNU. Baiklah saya hanya akan memberikan 3 contoh saja, dan saya rasa karena 3 contoh inilah yang mungkin paling mudah dan mungkin untuk di aplikasikan.



1.              MEMBERDAYAKAN BLOG

Saya yakin tidak mungkin untuk organisasi setingkat IPNU-IPPNU kecamatan tidak memiliki  situs/blog. Dengan sumber daya manusianya yang melimpah dan berdaya kreatifitas yang tinggi (mengningat anggotanya masih dari kalangan pelajar yang masih muda-muda) akan sangat sayang jika bidang ini dibiarkan begitu saja dengan segala potensinya untuk menjadi salah satu sumber dana yang menjanjikan.

Selain itu dengan maksimalkan sektor ini juga akan menjadi media bagi setiap anggota yang ikut berkontribusi mengembangkan blog milik organisasi, untuk mengembangkan skill kepenulisannya dan percayalah kemampuan ini akan sangat memberi keuntungna bagi kehidupan kita kedepannya. Lebih dari itu, blog ini akan menjadi syiar dari orgaisasi itu sendiri, lalu manfaat apa lagi yang kamu dustakan.

Dengan terbentuknya sebuah blog yang tertata dan professional yang berisi segala kegiatan ke-organisasi-an dan hal-hal berkitan dengannya , akan memudahkan bagi blog tersebut untuk menghasilkan uang. Kita mabil contoh dengan menjadi publisher iklan dari google yang di namakan google adsense. Popularitas program iklan ini di kalangan para blogger sudah sangat terkenal, karena memang program iklan ini merupakan program impian yang diincar oleh banyak blogger untuk menghasilakn pundi-pundi rupiah.

Jangan khawatir tentang traffic atau jumlah pengunjung yang sedikit, untuk setingkat PAC berarti ia membawahi IPNU-IPPNU tingkat ranting / desa, misalkan ia membawahi 10 ranting  jika setiap ranting minimal terdapat 10 anggota, itu artinya akan ada pengunjung sebanyak 100 orang rutin setiap harinya yang mengunjungi blog milik PAC, belum lagi pengunjung yang berada di luar sana.



2.      MEMBUAT BADAN/DEVISI USAHA

Pembentukan badan ini bisa mengikat semua anggota atau hanya sebgian saja sesuai dengan kesepakatan bersama. Dan berjalan dengan berdasarkan jadwal dan ketentuan tertentu bagi para pelaksananya. Ada pun entuk dari usahahnya dapat bermacam-macam, baik itu berbentuk koperasi maupun usaha berbentuk jaul-beli yang beroperasi di luar dari organisasi itu sendiri, ada pun tempatnya kita dapat memilih stand di pasar malam yang rutin ada setiap minggunya di desa-desa.

Dengan mencari dana melalui cara seperti ini , tentu memiliki banyak nilai positif salah satunya adalah sebagai stimulus untuk merangsang kemampuan berwirausahanya sehingga di kemudian hari tidak ada sesuatu pun dari usahanya saat ini yang tidak berguna bagi hidup setiap anggota yang terlibat. Mencari sumber dana bagi organissai dengan cara berwirausaha adalah cara yang sangat tepat dan patut untuk diaplikasikan bagi organisasi yang ingin dapat mengadakan acara-acara cukup besar secara mandiri dari segi anggaran.

Untuk tahap awal melangkah dengan opsi ini, kita bisa memulainya dengan usaha jual beli dengan resiko kerugian paling minim, meski itu juga berarti potensi kita untuk meraih banyak penghasilan juga minim. Kita bisa menjadi penjual dari barang milik orang lain dengan ketentuan bagi hasil sesaui dengan kesepakaan sebelumnya, selain resiko kerugia yang kita tanggung minim, tenaga yang kita keluarkan juga relative lebih ringan karena kita hanya perlu menjualkannya tanpa perlu disibukan oleh kegiatan produksi, dan juga modal yang besar.



 3.     MEMBUAT BULETIN

Hampir sama dengan memberdayakan blog, hanya saja ungtuk yang satu ini medianya adalah lembaran kertas berbentuk fisik. Selain sebagi media untuk syiar dan mengeksisitensi diri dari organisasi itu sediri, juga dapat dijadikan sebagi peluang untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Dengan melibat semakin banyaknya usaha yang berdiri sekarang ini, tentunya mereka membutuhkan media untuk melakukan promosi dan kita menyediakan medianya itu dalam bentuk bulletin yang akan disebarkan kepada masyarakat luas.

Ada pun bulletin yang akan kita buat tersebut prekuensi edisinya data kita sesuaikan dengan kemmapuan sumber daya manusia yang ada, bisa 3 bulan sekali, dua bulan sekali bahkan kalo mampu kita bisa rutin setiap bulannya. Masalahnya mungkin terletak pada modal awal untuk biaya produksi dan sebaginya, ditambah lagi sumber daya manusianya yang dirasa kurang. Tapi percayalah hanya terdirikan dari 4-6 personil sebuah bulletin sudah bisa kita produksi dalam tempo sekitar sebulan.







2 Comments

  1. terimaksi atas inovasinya. mohon izin serap inspirasi semoga dinilai amal kebaikan yang terus mengalir. aamiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post