NASKAH DRAMA "SAJAK SMA"




                                 


 NASKAH DRAMA SAJAK SMA
 Narator         : Masa sma itu seperti sebuah sajak yang disenandungkan para pujangga yang menyimpan cerita                      Pada setiap baitnya,yang menyuguhkan ekspresi pada setiap barisnya dan mengandung estetika pada setiap katanya.Di sebuah sekolah terselip sebuah kisah antara 2 insan yang menuturkan tentang pencarian jati diri,tentang mimpi-
mimpi dan juga tentang cinta kasih.
Narator          :Pagi itu ia berangkat ke sekolah seperti biasanya.dan ketika sampai,ia bertemu dengan karim      temannya dan menanyakan tentang tugas bahasa Indonesia untuk membuat sajak dan tanpa ia sadari ada orang yang sedari tadi memperhatikannya diam-diam.
 BABAK 1
Karim              :eh wan,loe tugas buat puisi udah belum?(sambil menggaruk-garuk kepala)
Riswan          :sudah saya tulis tadi malam,emang kenapa,..jangan bilang kamu nggak mau ngerjain.(sembari    menaruh tas gendongnya di meja)
Karim            :bukannya gitu,.tapi saya lagi menunggu inspirasi masuk ke kepala
Riswan        :inspirasi itu ya harus dicari bukan malah Cuma di tungguin.

Prisca           :cit kamu udah nulis puisinya?(memperhatikan citra yang sedang mencoret-coret buku gak jelas)
Citra             :sebenernya sih udah,..tapi ya kaya gitu,..puisinya kurang berkualitas.
Narator        : Di saat yang sama,citra yang sedang duduk memperhatikan riswan tiba-tiba mendapat sebuah  inspirasi untuk membuat puisi dan tak lama kemudian,ibu Retna masuk kelas memulai jam pertama pelajaran
Siswa 1        :eh duduk-duduk,.. udah ada ibunya mau masuk!!!
Bu retna       :Ok semua,..seperti yang ibu katakan pada pertemuan sebelumnya  kalo kita hari ini akan membahas puisi dan sebelum ada yang maju  untuk membacakan puisi di depan,…ibu akan sedikit menjelaskan tentang puisi.
Bu Retna      :Puisi adalah karya sastra yang merupakan ekspresi dari perasaan dan juga pikiran,ada tiga poin    penting dari sebuah puisi ,yang pertama dilihat dari unsur keindahan,yang kedua dilihat dari kepadatannya dan yang terakhir dilihat dari isinya.Seperti yang kalian tahu dunia sastra Indonesia mencapai masa ke-emasannya pada era khairil anwar dkk,dengan beberapa sajak karya-nya yang terkenal di antaranya yang berjudul AKU,SAJAK PUTIH,dan lain sebagainya.Sekarang,siapa yang namanya ibu panggil langsung ke depan membaca puisi karyanya.BU retna  :Tiara sari,ayo silakan maju.
Tiara          :maaf bu,buku b.indonesia saya ketinggalan di rumah.
Bu Retna   :karim,..ayo sekarang maju.
Karim        :Maaf bu,sama  buku saya juga ketinggalan di rumah.
Siswa 2       :huhhhhh,ngeles aja kaya bajaj,..bilang aja belum buat.
Bu Retna    :kalian ini bagaimana,kan sudah di kasih waktu satu minggu bahkan lebih(bu retna berdiri)
Bu Retna    :ibu hitung sampai lima,kalau tidak ada yang maju,..ibu akan keluar,…1,…….2,……3,…..
Riswan        :saya bu (mengangkat tangan lalu berdiri)

                                            NEGERI KONTRADIKSI
                                       
                                         Tanahku tanah surga
        subur tuk tanamkan asa
        negeriku negeri cinta
        istana bersua segala pujangga

        Nusaku,
        Namun suara tangis di wajahmu merias
        dengan seribu mimik dan segenap gerik
        suara tangis menyayat di balik gubug-gubug
        yang terhimpit gedung pencakar langit

        Duhai pertiwi dan tumpah darahku
        kemana dan di mana kah gunung emasmu?

       Mengapa tanyaku serupa mega jingganya senja
        memukau,lalu terurai sirna sekejap mata

Semua
Siswa             :bertepuk tangan
Bu Retna     :Riswan,itu puisi asli karya kamu??/
Riswan         :iya,bu.
Bu Retna      :ok next (pandangannya ia sebarkan ke seluruh siswa)
Citra             :berdiri
Bu Retna     :ayo silakan citra dewi.

CINTA ITU ADALAH PUISI

Cinta,..
Cinta itu adalah puisi
Yang merengkuhnya laksana pujangga
Dan geriknya adalah tarian sastra

Cinta,…
Cinta itu adalah puisi
Yang di tuang di palung hati
Dan berekspresi dalam bahasa sunyi

Cinta,..
Cinta itu adalah puisi
Yang terkreasi dari titik inti
Dan berisi taman-taman rohani

Cinta itu adalah puisi

Semua
Siswa       :bertepuk tangan
Bu retna  :rupanya di kelas ibu banyak calon penyair hebat,….oh iya bagian yang ikut osn ibu ingatkan untuk mempersiapkan diri karena waktunya tinggal seminggu lagi,…riswan juga citra jaga kesehatan kalian baik-baik,ibu akan bilang sama pak Arif untuk membimbing kalian dalam mata pelajaran kimia.Ok semuanya sampai di sini dulu pertemuan kita kali ini,..waalaikumsalam.wr.wb(melangkah meninggalkan ruangan)
  
Citra & Riswan : (saling berpandangan)

BABAK 2 
  Narator              :Ke esokan harinya,saat pulang sekolah citra menunggu riswan di lantai 2 untuk membicarakan sesuatu
  Riswan               :rim,kamu tuh niat nggak sih sekolah,masa jadwal pelajaran belum juga hafal,kemarin b,Indonesia,sekarang matematika,besok apa lagi
  Karim                 :enggak wan,kalo hari ini saya beneran lupa,ya kalo kemarin sih saya sengajain ngga bawa buku b.indo supaya punya alasan agar tidak maju,kan waktu itu saya belum buat puisinya.
  Prisca                :Wan (memanggil),kamu jangan pulang dulu soalnya di tungguin tuh sama citra di lantai dua sebelah utara
  Riswa                :mau membedah soal-soal kimia buat persiapan osn???
  Prisca                :nggak tahu (mengangkat tangan)
  Riswan              :Ya udah,saya ke sana dulu pris,……ayo rim
  Prisca                :Eh rim (mencegat) bantuin saya dong mengkopi lembar tugas anak-anak untuk besok.
  Karim                :Sekarang (menggaruk kepala tanpa gatal dengan uring-uringan)
  Prisca                :jangan banyak alasan,ayo(berlalu)


BABAK 3

  Riswan            :Cit,udah lama nunggu,…
  Citra                :eh,enggak,,,,,,nggak kok.
  Riswan            :emangnya ada perlu apa ya?
  Citra                :semoga sukses ya buat osnnya
  Riswan            :hmmmmm,Cuma mau bilang itu,…ya semoga sukses juga buat kamu osnnya,… kalo nggak ada yang mau disampaikan lagi,saya duluan ya mau pulang soalnya ada perlu nih (berbalik badan dan melangkah)
  Citra               ; Tunggu,…!!!!!!!
  Riswan           :(berhenti dan membalikan badan)
  Citra               :wan,di sudut tempat Yang mungkin tidak kau tahu,ada sesoarang yang selalu   memperhatikan detail gerikmu,seseorang yang selalu mengagumimu hingga tanpa ia pahami rasa kagumnya itu menjadi sesuatu yang lain,dan kau tahu itu apa??? ya sesuatu itu adalah cinta,dan apa kau tahu siapakah seseorang itu?,………seseorang itu adalah diriku (menundukan kepala sembari meremas-remas kertas yang sedari tadi di tangannya)
Citra              :mungkin ini terdengar aneh bahkan tabu tapi memangnya apa yang salah jika seorang perempuan menyampaikan isi hatinya lebih dulu,bukankah mereka bilang bahwa bahkan logika tak berdaya di hadapan perasaan seperti ini dan hati yang teramat kecil ini,..sungguh tak mampu jika harus menampung sesuatu yang terus berkembang setiap waktu seorang diri.
Narator       :riswan tidak menyangka atas sesuatu yang telah di dengarnya,kini hatinya terperangkap bimbang,.pada kenyataannya ia tidak sedikit pun menaruh perasaan pada citra namun dia juga tidak ingin citra menjadi down karena megetahui kenyataan jika cintanya tak terbalas dan tentu hal itu akan menggangu persiapannya untuk osn dan dia memilih untuk sesuatu yang menurutnya terbaik
Riswa           :kau tidak perlu merasa bersalah hanya karena hal itu,…
Citra            :jadi kamu,…….(mengangkat kepala)
Riswan       :hmmmm,…nggak salahkan kalo saya juga membalas perasaan seseorang itu,tapi jangan salah paham perasaan semacam itu tidak harus diekspresikan dengan hubungan pacaran.
Citra           :ya aku mengerti kok,…jadi yang harus kita lakukan sekarang adalah focus untuk menghadapi osn kan.
Riswan       :eh sukses ya buat osnnya
Citra           :ya,…    kamu juga.


BABAK 4
Narator       :citra merasa bahwa hari-harinya penuh warna hingga satu minggu osn telah berlalu akhirnya ia tahu jika riswan telah berpura-pura membalas perasaannya dan ini menciptakan jarak di antara mereka.

Riswan       :Cit,….kita..
Citra           :(berlalu tidak menghiraukan dengan muka masam dan duduk di kursinya)
Riswan       : (menghampiri) eh cit ntar habis pulang kita ke toko buku yuk.
Citra           :(masih tidak menghiraukan riswan dan sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya)
Riswan       :kamu tuh kenapa sih dari kemarin kaya marah sama saya????
Citra           :(berhenti dari aktivitasnya lalu untuk sesaat memandang riswan dengan tatapan penuh kekecewaan untuk kemudian beranjak keluar dari tempat itu)


                              BABAK 5

Riswan      :Pris,…..saya mau nanya,..kalo citra itu kenapa ya,kok kaya marah banget sama saya.
Prisca        :saya mau nanya,apakah orang yang seperti citra memang pantas untuk dibohongi,…apakah orang seperti dia memang pantas untuk disakiti.
Riswan      : maksud kamu?????
Prisca        :sejujurnya citra memintaku untuk tidak mengatakan hal ini pada mu tapi dia sudah seperti adikku sendiri dan aku akan tidak terima jika ada orang yang menyakitinya.
Riswan     :prisca kamu nggak mengerti,….
Prisca         :,saya tahu kamu melakukan kebohongan itu atas nama sekolah ,…ya aku tahu
                     Kau berpura-pura memiliki perasaan yang sama hanya agar ia tidak down sedangkan dalam waktu dekat ia akan membawa nama sekolah dalam osn kimia,
Prisca        :saya sudah mengenalnya sejak kami duduk di kelas 2 smp,dan yang ku tahu dia adalah orang yang berbeda atau lebih tepatnya dia istimewa,…meski ia tumbuh dalam keluarga yang broken home tapi ia tidak seperti mereka yang mencari pelampiasan dengan hal-hal yang tidak berguna dan merusak diri sendiri karena menjadi korban broken home.
Riswan      :(tertunduk dan bungkam)
Prisca        :mungkin di depan kita semua ia terlihat selalu ceria karena menurutnya dengan cara itu ia dapat melupakan sesaat masalahnya(pergi berlalu)

BABAK 6

Narator  :sedang di rumahnya sendiri,citra merasa asing,ia merasa telah lama kehilangan suasana rumah sebagai tempat berlindung dan bernaung,dan di ruang sebelah citra mendengar pertengkaran kedua orang tuanya yang sering terjadi.
Ibu citra  :Jam segini baru pulang???,……..masih ingat kalo punya anak istri.
Ayah citra :maksud kamu apa???,…suami baru pulang kerja bukannya disambut malah nyerocos nggak jelas,saya masih cape jangan buat saya kesal
Ibu Citra    :hah,….kerja,..pekerjaan macam apa yang sampai larut malam kalo bukan main gila dengan perempuan penghibur
Ayah citra  :dasar istri nggak tahu diri,...
Ayah Citra :suami banting tulang siang malam,..memangnya buat siapa kalo bukan buat kalian.
Ibu Citra    :Udahlah mas nggak usah ngelak,ngaku aja,kalo bukan karena anak-anak saya pasti sudah menggugat cerai.
Citra          :(menangis di ruang sebelah)
Bi Inah      :(melangkah menghampiri citra lalu mendekapnya),..sabar ya cah ayu,..do’akan saja mereka supaya rukun kembali,
Citra         :Tapi bi,udah hampir tiap hari mereka selalu seperti ini(sesenggukan)
Bi Inah     :makanya bibi bilang,..do’akan saja supaya mereka rukun kembali.

BABAK 7

 Narator :sejak riswan mengetahui latar belakang keluarga citra,tumbuh rasa kagum dan menyesal karena telah membohonginya dan ia berusaha meminta maaf kepadanya’ia menunggu di tempat yang sama saat citra megungkapkan isi hatinya.
Pisca     :cit,ntar habis pulang ditungguin tuh sama riswan di tempat yang sama.
Citra      :di mana???
Prisca    :di lantai 2 sebelah utara,..kalo menurut saya ada baiknya kamu temui dia.

Narator :dan setelah pulang sekolah citra pun menuju tempat dimana riswan sedang menunggu.
Citra       :ehemmmm,…
Riswan   :(berbalik-arah yang sebelumnya membelakangi citra),..eh cit akhirnya kamu ke sini juga.
Citra        :ada perlu apa ya,…(berusaha menguasai diri)
Riswan   :bisa kita bicara sebentar,…
Citra       :(melihat jam tangannya lalu diam)
Riswan   :aku tahu kau marah sama saya,ya kau berhak untuk itu dan itu memang manusiawi,saya nggak seharusnya bersikap sok dewasa yang dengan mudah menentukan apa yang baik dan yang buruk untuk orang lain
Citra       :lalu,……..
Riswan   :ya saya sadar jika saya tergesa-gesa dalam menilaimu,memandang dirimu dengan asumsi-asumsi yang tidak seharusnya,…
Citra       :jadi kamu  mau menyampaikan hal itu doang
Riswan  :Please,forgive me.i just love you,dan sekarang aku berbicara atas hatiku,perasaanku,.. bukan atas pemikiran sok dewasa seperti saaat itu,..
Riswan  :saya punya buku kumpulan puisi dan cerpen karya saya sendiri,..saya ingin kau membacanya (menyodorkan buku yang sejak tadi dipegangnya)
Citra       :ini untuk saya???
Riswan  :tidak,…itu hanyalah sebuah buku dan aku telah memberimu sesuatu yang jauh lebih berharga dari pada buku tersebut
Citra      :apa itu???
Riswan :kepercayaan,,..ya suatu hari nanti saya akan mengambil kembali buku tersebut,dan ku harap kau masih bersama perasaanmu itu dengan tanpa merusak kepercayaan yang telah ku beri.seperti yang pernah saya katakana saya pikir perasaan itu tidak harus diekspresikan dengan hubungan yang dinamakan pacaran karena masih ada hal yang lebih penting untuk diperjuangkan.
Karim   :(sedikit berlari-lari dengan wajah yang sumringah lalu menyalami mereka berdua) selamat ya,selamat buat kalian berdua,..
Riswan  :rim,..ini nggak seperti yang kamu kira,..kami benar-benar nggak,..nggak,..pa
Karim     :kamu ngomong apa-an sich,seharusnya itu ya bersyukur soalnya kalian berdua lulus seleksi osn tingkat kabupaten.
Riswan  :yang bener rim (spontan lalu melakukan tos dengan karim


                                                        BABAK 8
Narator    :mereka pun berkomitmen untuk saling focus pada impian mereka masing-masing dan menyibukan diri untuk persiapan menghadapi osn tingkat provinsi.

Guru        :ok,untuk mengerjakan soal ini seperti ini kita harus mencari nilai garamnya terlebih dahulu (menjelaskan),..coba kalian kerjakan nomor 1 dan 2,
Bu retna  :(datang menghampiri pak arif)gimana pak persiapan mereka,….
Guru        :ya kita optimis aja bu,semoga mereka bisa maksimal
Bu retna  :ini saya bawa makanan buat mereka,
Guru        :oh ya,sini saya bawa (menerima makanan)
Bu Retna :boleh saya masuk??
Guru        :oh silakan-silakan,ibu kan wali kelasnya.
Citra        :ini pak kami udah selesai mengerjakannya
Guru       :excelent
Riswan  : tapi pak kami masih belum PD,pasti lawannya jauh dari kami.
Bu retna :kalian jangan pesimis seperti itu,…yang terpenting kalian sudah berusaha sebaik mungkin toh kami juga tidak menuntut agar kalian menjadi juara,jadikan ini sebagai pengalaman buat kalian.
Guru       :cit,ris,…kalian setelah ini mau dilanjutkan study ke mana
Citra       :kalo saya pengennya lanjut di UPI
Riswan   :hmmmm,..kalo saya pengennya di UGM atau di UNPAD
Bu retna :kalian nanti ingin menjadi apa???,..kamu wan mau jadi apa
Riswan    :hmmm,saya ingin menjdi dosen .
Guru        :di bidang apa??
Riswan    :saya suka mata pelajaran KIMIA,PKN,SEJARAH,dan BIOLOGI.
Bu Retna :kalo kamu cit gimana???
Citra         :saya punya beberapa cita-cita diantaranya,ya saya ingin menjadi seorang dokter,penulis dan pengusaha
Guru         :bapak percaya suatu hari nanti kalian akan menjdi orang-orang besar,…ya kita memang berasal dari daerah terpencil tapi hanay karena jangan biarkan mimpi dan kita cita-cita kita juga terpencil.
Citra,riswan & bu retna  :Amiin


Post a Comment

Previous Post Next Post