INDONESIA DALAM 72 TAHUN



      Peringatan hari lahir merupakan momentum yang sangat tepat untuk dijadikan titik pijakan dalam merefleksikan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam perenungan yang berorientasi pada pemikiran “apa yang bisa dan telah kita berikan untuk negeri ini”. Indonesia kita tercinta adalah negeri dengan sejarahnya yang dibalut oleh perjuangan para kusuma bangsa yang dengan gagah berani menghantarkan bangsa ini untuk dengan lantang memproklamirkan diri ke seluruh penjuru semesta sebagai bangsa yang merdeka meski harga yang harus dibayar untuk hal itu adalah dengan segenap usaha jiwa dan raga sekaligus kucuran darah  serta tetetasn air mata. 
        
Dewasa ini banyak permasalahan yang muncul ke permukaan yang melanda negeri pancasila ini dimana semuanya itu sangat berpotensi merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,beberapa masalah yang tampak masih jelas di depan mata kita diantaranya yaitu, kemiskinan yang masih menjerat sebagian besarmasyarakat kita, praktik KKN dikalangan para pejabatdan elitpolitik, dan munculdan berkembangnya ideology-ideologi di tengah-tengahy masyarakat luas yang tidak hanya bergesekan dengan pancasila melainkan juga bertentangan secara frontal dengan piagam negara tersebut. Dan masih banyak masalah-masalah lainnya yang dibutuhkan adanya solusi demi menuju apa yang dicita-citakan segenap bangsa Indonesia.
Memang telah berpuluh-puluh tahun negeri ini telah bebas dari momok kolonialisme dan imprealisme, bertitik pada 17 Agustus  1945 sejak proklamasi kemerdekaan tanah air ini menggema ke seluruh penjuru semesta maka sudah 72tahun lamanya negeri ini menggenggang kemerdekaan. Merdeka berarti bebas berdiri dan merdeka merupakan keadaan serta kondisi di mana itu terleas dari belenggu-belenggu yang menjerat gerak, akan tetapi  benarkah demikian kenyataan kemerdekaan milik kita (Indonesia). Kita memang telah bebas dari penjajahan secara fisik namun kita kemudian tidak bisa menutup mata atau menyangkal kenyataan bahwa sejatinya negeri ini masih terjajah oleh sesuatu yang lebih berbahaya dari sekedar senjata.
Kemiskinan, keterbelakangan, budaya dan yang lainnya, adalah beberapa hal yang menunjukan betapa negeri ini masih terperangkap dalam penjajahan di era modern ini. Berdasarkan data dari BPS sebagaimana dikutip dari bps.go.id disebutkan bahwa ditahun 2016 tercatat 28,01 juta orang (10,86 persen), dari masyarakat kita masih berada dalam kubangan kemiskinan,kondisi ini tak pelak menjadi faktor sekaligus indikator betapa masih tingginya tingkat kesenjangan  strata sosial dalam masyarakat. Kesenjangan strata sosial menciptakan keniscayaan fenomena si kaya-si miskin, kaum terpelajar-kaum terbelakang serta kaum elit-kaum terpinggirkan, karena bagaimaana pun juga kemiskinan adalah akar dari permasalahan yang akan melahirkan masalah-masalah yang lainnya terlebih lagi di era modern seperti sekarang ini, yang segala sesuatunya seolah mengarah pada siap materialistis sebagai tuntutan zaman.
    72 tahun Indonesia sejak memproklamirkan diri untuk berdaulat adalah 72 tahun Indonesia yang masih penuh dengan permasalahan-permasalahan yang perlu untuk di evaluasi karena bagaimana pun juga 72 tahun adalah masa yang tidak sebentar dalam rangka mengisi kemerdekaan untuk menuju cita-cita bangsa seperti yang telah digaung-gaungkan sejak dahulu kala yang pada realitanya masih jauh untuk digenggam. Berbagai permasalahan yang bermunculan dan kemudian mengancam eksistensi dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang belandaskan pancasila serta mengancam kesatuan dan persatuan bangsa telah banyak tumbuh serta berkembang sepanjang 72 tahun ini,dimulai dari G30S/PKI hingga hadirnya ideologi-ideologi dengan warna agama yang bergaris radikal yang baru-baru ini terjadi.
Di tanah nusantara yang bernafaskan demokrasi dengan sisitem politiknya yang menganut sistem Trias Politica, adalah menjadi sesuatu yang menarik untuk kemudian mengamati bagaimana hiruk pikuk atmosfir kehidupan berpolitik di Indonesia ketika mendapati kenyataan ketidak teraturan di dalamnya yang dikatakan masih belum mencapai kedewasaan dalam berdemokrasi.
     Untuk segala permasalahan yang ada, pemerintah bukan berarti diam tanpa melaksanakan sesuatu sebagaimana fungsinya, pemerintah telah berupaya dalam memberikan solusi untuk permasalahan yang menjerat bangsa seperti masalah kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan masalah-masalah pada bidang yang lainnya, hanya saja hal yang perlu kita pahami dan kita sadari adalah bahwa upaya dalam mewujudkan Indonesia yang berjaya dan Indonesia yang bermartabat di mata dunia adalah upaya yang tidak serta merta hanya di titik beratkan pada penyelenggara negara yaitu pemerintah melainkan harus dilakukan bersama-sama. Adalah menjadi keliru ketika pemikiran-pemikiran yang menunggu sesuatu yang dapat diberikan oleh negara untuk kita bukan malah sebaliknya, masih berkembang di masyarakat kita.
     Dengan demikian maka marilah kita bahu membahu serta rangkul merangkul dalam satu semangat untuk meuju masa depan indonesia yang lebih baik sebagaimana hal ini senada dengan tema yang diambil dalam peringatan HUT RI yang ke 72 tahun ini yakni KERJA BERSAMA, tugas membangun negeri ini adalah kewajiban seluruh komponen bangsa dari aparat hingga rakyat biasa bukan melulu tertumpu pada lembaga-lembaga negara.
      


Post a Comment

Previous Post Next Post