EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL DI ERA MODERN


EKSISTENSI PERMAINAN TRADSIONAL DI ERA MODERN

            Sebagai salah satu hak dasar seorang anak, bermain merupakan bagian tak terpisahkan bagi dunia mereka yang memiliki peranan dalam setiap pase tumbuh kembangnya dan kondisi berupa kelainan dalam prilaku anak dapat timbul akibat tidak terpenuhinya seorang anak akan kebutuhan alaminya untuk bermain. Bermain yang sejatinya merupakan bentuk interaksi antara seorang anak dengan lingkungannya dan dengan anak lain atau bahkan dengan objek lain yang identik dengan kegiatan motorik memiliki manfaat yang tidak hanya terbatas pada kacamata kesehatan semata, namun juga manfaat yang dibutuhkan dari segi kejiwaan serta sangat baik sebagai stimulus bagi anak yang belia untuk menumbuhkan rasa sosial di masyarakat.
         
Permainan-permainan tradisional yang banyak terlahir dari kebudayaan masyarakat kita serta merupakan warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi sebagi salah satu kekayaan intelektual telah erat dalam menemani kehidupan masa kanak-kanak generasi bangsa untuk memenuhi kebutuhannya akan hak dasar mereka untuk bermain sebelum perkembangan zaman menggiring kemajaun teknologi untuk membuka cara baru dalam menciptakan permain-permainan yang lebih praktis serta lebih instan  bagi anak-anak dan menjadikan permaina-permainan tradisional yang tak jarang memiliki pesan moral seolah dianggap menjadi kuno serta tidak kekinian. Dunia modern yang melahirkan globalisasi dan menjadikan permainan-permainan tradisional mengalami degradasi oleh serbuan dari produk teknologi berupa permainan yang serba canggih.
        Seiring berjalannya waktu kita semua semakin disadarkan bahwa kita tak dapat menutup mata serta telinga bahwa zaman melaju  dalam perkembangan yang mengagumkan baik dalam ruang lingkup waktu maupun objek-objeknya dan keadaan ini merefleksikan sebuah bentuk keniscayaan dimana eksistensi-eksistensi yang baru akan mereduksi eksistensi-eksistensi yang sebelumnya, perubahan-perubahan yang silih berganti dalam kecepatan yang sulit diprediksi sebelumnya meliputi banyak hal tak terkecuali dalam bentuk jenis-jenis permainan anak. Eksistensi permainan tradisional di tengah-tengah arus digitalisasi berlahan mulai dilupakan dan digantikan dengan berbagai macam permainan yang serba digital yang dikemas dalam bentuk gadget.Pada kenyataannya permainan tradisional kini sangat jarang dimainkan bahkan oleh anak-anak di desa apalagi di kota-kota.
        Dibandingkan dengan bentuk permainan modern dengan segala kecanggihan yang ditawarkannya seperti permainan game di PS (playstaton), nintendo dan lain sebagainya yang cendrung lebih memposisikaan anak minim bergerak, berbeda keadaannya dengan saat anak bermain permainan tradisional yang justru membuat anak lebih aktif bergerak seperti pada permainaan enggrang,petak umpet gobak sodor dan lain sebagainya sehingga kemampuan motorik anak dapat berkembang dengan baik. Dengan permainan tradisional yang mengandung aktivitas motorik akan menjadikan anak lebih sehat karena aktif bergerak dan sebaliknya anak yang lebih aktif bermain dengan gadget akan lebih beresiko terserang penyakit karena tubuhnya yang jarang digerakkan.
       Dampak negatif terlalu sering menggunakan permainan dalam gadget (game) bagi kesehatan yang diakibatkan kurangnya tubuh dalam bergerak khususunya bagi anak-anak seperti yang dilansir dari berbagai sumber meliputi gangguan tidur, obesitas, gangguan kesehatan mata,text neck atau sakit leher dan yang lainnya. Terkait dengan hal ini dari sudut pandang psikolog sebagaimana dilansir dari kompasiana (2014), Tika Wibisono selakupsikolog sekaligus dosen di perguruan tinggi di Jakarta  mengungkapkan bahwa gadget merupakan bentuk dari kemajuan zaman yang tidak bisa dihindari. Lebih lanjut perempuan kelahiran 1 Oktober 1960 ini mengungkapkan dampak langsung radisai dari smartphone dapat memapar otak dan mata.
"Tapi yang membuat nggak sehat itu, si anak jadi nggak keluar-keluar. Jadi, kena AC terus, tidak terkena matahari, kena oksigen di luar, nggak ada keringatan. Jadi, itu yang bikin nggak sehat," kata Tika.
 
          adalah sebuah masalah ketika dalam pase-pase awal perkembangan seorang anak, sosialisasi tidak dalam porsi yang cukup. Hasil penelitian seperti yang dilansir kompas.com (2015) menunjukan jika damfak buruk bagi seseorang yang kurang bersosialisasi tidak hanya menyerang secara mental namun juga secara fisik dimana orang yang kurang bersosialisasi akan lebih rentan terserang penyakit. Sebagaimana hasil penelitian dari university of Chicago melalui 141 partisipan yang sebelumnya telah diteliti oleh peneliti lain. Dari penelitian tersebut didapat kesimpulan bahwa tingkat kesepian yang tinggi  akan diikuti oleh nonepinefrin yang tinggi pula dimana kondisi ini menyebabkan sistem imun menurun terhadap infeksi, flu dan yang lainnya
         Selain dari sisi kesehatan permainan tradisional juga memiliki manfaat dari segi sosial dimana ketika seorang anak bermain permainan ini maka ia akan berinteraksi secara langsung dengan sesamnya sehingga mencegah karakter anak untuk menjadi pribadi individualis dan apatis yang cendrung tidak perduli dengan lingkungan di sekitarnya. Anak yang terbiasa bermain dengan permainan tradisional akan lebih peka jika dibandingkan dengan anak yang lebih akrab dengan gadget yang lebih cendrung soliter dan tidak nyaman saat bersosialisasi.
     Untuk menyikapi masalah ini perlu adanya perhatian, khususnya dari keluarga sebagai pihak yang terdekat dengan anak sebelum sekolah dan pemerintah, sehingga upaya untuk meningkatkan kecintaan anak-anak akan permainan tradisional sebagai warisan budaya nenek moyang lebih efektif dan dini.Keluarga, baik ayah,ibu atau kakak dan anggota keluarga yang lainnya dapat mengenalkan permainan-permainan tradisional dengan cara mempraktikkannya secara langsung di hadapan anak sehingga anak dapat terhindar dari dampak negatif permainan modern dalam kemasan gadget yang sejatinya merupakan produk luar yang dapat mengaburkan generasi-generasi akan identitas yang terefleksi dari permainan tradisional setelah mengalami pencucian otak oleh teknologi. 
       Permainan tradisional yang merupakan hasil dari kebudayaan asli dari daaerah-daerah di seluruh Indonesia adalah bagian dari indentitas  daerah asalnya sendiri dengan kata lain dapat pula dikatakan bahwa permainan tradisional adalah bentuk dari kepribadian asli yang tumbuh dan berkembang di tanah nusantara dan menjadi warisan budaya yang keberadaannya menunjukan bahwa kita adalah Indonesia. Permainan tradisional dengan segala manfaatnya menjadikanya sebagai sesuatu yang harus tetap dipertahankan meskipun telah hadir banyak jenis permainan yang lebih kekinian.Perkembangan zaman yang membawa segala hal yang baru tidak serta merta membuat segala yang lama harus dihapus dan dalam kasus ini adalah dalam bentuk berupa permainan tradisional.
       

Artikel ini telah dimuat pada harian Kabar Cirebon edisi Selasa-Pahing, 11 Juli - 17 syawal 1438 H





Post a Comment

Previous Post Next Post