Surabaya dan 10 november akan selalu
memiliki arti penting dalam catatan sejarah Indonesia terkait bagaimana dengan
penuh susah payahnya bangsa ini mempertahankan kemerdekaan yang harus dibayar
tidak hanya oleh tetesan keringat, melainkan juga dengan cucuran air mata serta
tumpahan darah yang telah membasahi bumi pertiwi ini. Kini setelah 73 tahun
waktu telah berlalu, peristiwa 10 november yang sampai detik ini selalu diperingati
sebagai hari pahlawan adalah momentum untuk mengingatkan kembali bahwa ada
banyak pelajaran dan pembelajaran yang dapat kita semua ambil dibalik peristiwa
10 november tersebut, sehingga kemudian arti penting dari peringatan ini dapat
memiliki manfaat secara nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa
ini.
Dengan melihat kondisi dalam negeri
belakangan ini, sangat tepat kiranya jika kita kembali merenungkan makna dari
peringatan hari pahlawan, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat
relevan jika kita ambil sebagai pelajaran
untuk menuju Indonesia yang lebih baik. Nilai-nilai yang tanpa
keberadaannya saat itu, maka peristiwa yang fenomenal berupa peristiwa
perlawanan atas sekutu tidak akan pernah terjadi. Dan peringatan yang
senantiasa dilaksanakan setiap tahunnya, selain untuk mengingat kembali sejarah
bagaimana bangsa ini terbentuk sebagai upaya untuk semakin memperkokoh
identitas ke-Indonesia-an kita, juga untuk kembali menggali nilai-nilai di
dalamnya yang menjiwai berkobarnya 10 November di Surabaya kala itu.
Nilai pertama yang dapat kita ambil
sebagai pelajaran adalah nilai perjuangan. Bagaimana rakyat Indonesia saat itu
berjuang dengan segala daya dan upaya untuk dengan lantang menolak segala
bentuk kolonialisme dan imperialism. Dengan segala keterbatasan persenjataan
rakyat Indonesia saat itu, menghadapi peralatan modern yang digunakan oleh
sekutu tidak menjadikannya begitu saja menyerah walau Surabaya kala itu harus
di bombardir baik dari darat, laut bahkan dari udara yang menyebabkan tidak
sedikit korban berjatuhan di pihak Indonesia. Tanpa rasa perjuangan yang
tertanam kuat di sanubari para pejuang kita saat itu, tidak mungkin kiranya
Surabaya menjadi medan tempur yang berat bagi pihak sekutu.
Dan sekarang sudah menjadi kewajiban
kita bersama sebagai rakyat Indonesia, untuk meresap nilai perjuangan tersebut
dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kondisi
zamannya. Jika para pahlawan dahulu berjuang dengan mengangkat senjata dan
turut serta dalam medan laga, maka kita sekarang juga harus turut serta
berjuangan tentu dalam medan laga yang berbeda. Kita sekarang harus berjuang
dengan jalan saling bahu-membahu untuk menciptakan Indonesia yang penuh dengan
kemajuan.
Contoh perjuangan yang bisa
dilakukan Jika kita seorang pelajar maka bentuk paling nyata perjuangan kita
untuk bangsa ini adalah dengan belajar sehingga
mencapai prestasi yang akan berguna bagi kelangsungan bangsa Indonesia ke
depannya, dan jika kita seorang Guru maka bentuk paling nyata perjuangan kita
adalah dengan mengajar dengan penuh pengabdian untuk membentuk para generasi
bangsa yang unggul. Jalan perjuangan seperti itulah yang saat ini bisa kita
lakukan dalam upaya meresapi makna dari nilai perjuangan di balik peristiwa 10
November.
Nilai yang kedua adalah nilai
persatuan. Sangat tepat jika sebuah pepatah mengatakan “bersatu kita teguh,
bercerai kita berantakan”. Sebagaimana dalam peristiwa 10 November 1945 yang
menyatukan seluruh lapisan masyarakat Indonesia baik dari kalangan santri
maupun dari kalangan rakyat biasa, semuanya menyatu menjadi satu kekuatan untuk
melawan upaya pihak sekutu yang berusaha didirikan kembali di negeri Indonesia. Dengan segala kekurangan
dari segi persenjataan di pihak Indonesia, faktor yang memberikan kontribusi
terbesar dalam perlawana rakyat Indonesia tersebut adalah persatuan diantara
mereka yang menciptakan kekuatan yang tidak mudah dihancurkan oleh pihak
sekutu, meski mereka jauh lebih unggul dari segi teknologi persenjataan maupun
strategi.
Ironis memang melihat apa yang terjadi di masyarakt kita sekarang ini,
di mana mereka saling menghujat dan menyudutkan satu sama lainnya dan terjebak
ke dalam perseteruan yang tiada akhirnya Karena perbedaan haluan kelompok
politik seolah sudah tidak ada lagi rasa persatuan di hati mereka. Rasa persatuan sebagai satu bangsa yang
besar, harus senantiasa di rawat dengan penuh kesadaran bahwa kondisi yang
demikian merupakan sumber kekuatan kita bersama. Perbedaan kelompok yang
terdapat dalam masyrakat kita, baik kelompok agama yang berbeda, kelompok atau
halua partai politik yang berbeda maupun perbedaan kelompok dalam aspek yang
lainnya, jangan sampai mencerai-beraikan rasa persatuan kita yang sangat
berharga.
Nilai yang ketiga yang dapat kita gali
dari peristiwa 10 November 1945 adalah nilai nasionalisme. Bagaimana pun juga
peristiwa 10 November merekam, bagaimana segenap rakyat Indonesia dengan penuh
kesadaran tidak ingin tanah airnya yang tercinta di injak-injak lagi oleh
bangsa asing seperti yang telah terjadi selama berabad-abad lamanya dan
menyisakan penderitaan, dan ini mengilhami mereka untuk berdiri melawan ketika para
penjajah hendak menginjak-injak kembali bumi pertiwi yang baru beberapa saat
kemerdekaannya telah digenggang. Tanpa dijiwai oleh rasa nasionalisme, 10
November akan menjadi sebuah tanggal biasa setelah tanggal 9 dan sebelum
tanggal 11 dalam kalender, tanpa tercatat sebagai salah satu bentuk perlawanan
paling legendaris rakyat Indonesia.
Rasa nasionalisme ini sangat penting
untuk tetap dipertahanka keberadaannya, apa lagi ketika di hadapkan
perkembangan zaman yang semakin mengaburkan rasa nasionalisme di hati para generasi
muda zaman sekarang. Adalah sangat keliru anggapan dari suatu kelompok seperti
misalnya HTI yang beberapa waktu lalu secara resmi dibekukan badan hukumnya
yang mengatakan bahwa nasionalisme tidak diperlukan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara sebagaimana dikutip dari detiknews.com (10 Mei 2018), penolakan atas
aspek penting dari nasionalisme ini secara nyata merupakan bentuk ketidak
mampuan atau keengganan untuk melihat fakta sejarah bangsa Indonesia yang
panjang dalam perjuangan meraih kemerdekaan, di mana rasa nasionalisme memainkan
peranan yang sangat penting dan terciptanya NKRI ini, lalu bagaimana mungkin
mereka dengan semudah itu menyatakan nasionalisme tidak penting.
Demikianlah nilai-nilai yang dapat kita
gali dari peristiwa 10 November ini 1945, untuk kemudian tidak hanya sekedar diperingati
sebagai agenda rutin tahunan belaka, melainkan setelah itu dapat mendorong dan
mengilhami lahirnya sebuah aksi, karena hanya dengan demikian arti penting
peringatan 10 November memiliki ruh yang merupakan semangat dari peristiwa yang
hari ini dikenal sebagai hari pahlawan.

Post a Comment