GERILYA PENYEBARAN NARKOBA


              

               Angka 50 merupakan angka yang menjadi sangat mengerikan jika kemudian itu digunakan untuk merujuk pada jumlah korban meninggal setiap harinya di Indonesia karena narkoba, yang jika diakumulasikan  itu artinya dalam setiap satu tahun Indonesia kehilangan sebanyak 18.250  jiwa penduduknya akibat barang haram  ini , terlebih lagi jika kita melihat bahwa mereka yang menjadi korban dari narkoba ini merupakan  kalangan  usia muda atau produktif yang  notabene sebagai kalangan yang dijadikan dasar tumpuan  perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Dari seluruh jumlah pengguna narkoba di Indonesia yang mencapai tak kurang dari 6 juta penduduk, mirisnya lebih dari seper-empatnya merupakan kalangan pelajar dan mahasiswa , dimana di tahun 2016 ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya .


              Fakta dari data tersebut merupakan alarm warning keras yang merupakan   ancaman yang sangat serius dalam  skala nasional. Dan dalam hal ini meskipun pemerintah telah memberikan perhatian secara serius dengan memberlakukan kebijakan secara hukum dengan memberikan ancaman sanksi hukuman mati bagi siapa saja yang terbukti menjadi pengedar narkoba, dan memang telah banyak pelaku pengedar narkoba yang berakhir di tiang eksekusi  namun belakangan bisa kita lihat,itu sedikit tidak memberikan dampak yang berarti.

Dalam skala global Indonesia telah lama dikenal sebagai salah satu pasar yang besar untuk peredaran narkoba, Indonesia menjadi pasar terbesar bukan hanya untuk kawasan  Asia tenggara tapi lebih besar dari itu yakni untuk kawasan Asia.  Itu menjadi pertanda jika begitu banyak masyarakat kita yang menjadi konsumen barang ini,dan dalam bahasa yang satire saya menggambarkan jika itu sekaligus menunjukan jika sikap over konsumtif masyarakat kita  tidak terkecuali terhadap barang sejenis narkoba. Di tahun 2017 saja data dari BNN (Badan Narkotia Nasional) telah mengungkap kasus narkoba sebanyak 46.537 . Dari semua hasil tangkapan tersebut didapat sejumlah barang bukti narkoba dalam berbagai macam jenis mencapai. ratusan ton. Narkoba dan obat-obatan terlarang ini,tentu jumlah yang sangat banyak untuk kurun waktu hanya setahun dengan nilai meteri dan daya hancurnya bagi generasi bangsa yang sangat besar.

Tiada kata lagi yang tepat untuk menggambarkan keadaan Indonesia atas penyebaran narkoba yang meraja lela selain sebuah kalimat “Indonesia Darurat Narkoba”, penyebaran  narkoba yang jenisnya sekarang telah mencapai lebih dari 600  jenis di seluruh dunia ini telah menyebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia, baik di wilayah kota hingga sampai ke pelosok-pelosok desa.  Dari semua jenis narkoba  sampai detik ini teridentifikasi,, 68 di antarnya telah masuk dan menyebar luas di kalangan masyarakat kita, angka ini sangat jauh berbeda dibandingkan negara-negara lainnya di seluruh dunia yang rata-rata hanya 5-6 jenis dalam setiap negara.

Sekarang narkoba tidak hanya mengancam generasi-generasi yang ada di wilayah perkotaan dengan segala kemajuannya, namun juga menyasar generasi-generasi yang berada di pelosok desa, layaknya sebuah produk yang memiliki harga yang ramah untuk semua kalangan, memang narkoba dan obat-obat terlarang lainnya dengan berbagai jenisnya memiliki varian harga dari yang harga untuk kelas atas, mennengah hingga kelas bawah. Beberapa contoh narkoba dan obat-obatan terlarang yang populer yang dikonsumsi bagi kalangan bawah diantara adalah, pil koplo, pil dextro, dan masih banyak yang lainnya.

Begitu akutnya kondisi penyebaran narkoba dan  obat-obatan terlarang, bahkan ia tak luput juga masuk ke dalam lingkungan yang tidak pernah terfikirkan oleh kita sebelumnya, yakni lingkungan pesantren yang sangat kental dengan nuansa keagamaannya. Bagaimana  mungkin hal yang demikian terjadi. Hal ini mungkin saja terjadi mengingat mudahnya narkoba dan obat-obatan terlarang didapatkan dengan harganya yang sangat moring, ditambah lagi kurangnya pengetahuan masyarakat tidak terkecuali para santri dan ustadzahnya di pesantern dengan begitu banyaknya jenis narkoba dan obat-obatan terlarang jenis baru yang bermunculan seiring berjalannya waktu, dan sudah barang tentu jenis-jenis narkoba yang baru akan semakin banyak bermunculan. Keterbatasan pengetahuan di kalangan masyarakat inilah yang menjadi salah satu faktor penyalah gunaan barang-barang haram ini sebagaimana yang terjadi di lingkungan pesantren yang tidak hanya dikonsumsi oleh para santrinya saja namun juga digunakan oleh ustadnya, karena mengira obat yang mereka gunakan dapat membuat mereka tahan kantuk dan membantu mereka untuk melaksanakan ibadah malam hari.

Melihat apa yang terjadi dalam sejarah, sangat tidak salah  jika ada sebuah anggapan bahwa meraja lelanya  narkoba di Indonesia bukan hanya murni masalah bisnis dengan omset milyaran  juta , lebih dari itu penyebaran narkoba di Indonesia tidak menutup kemungkinan sebagai upaya melemahkan bangsa indonesai sebagai bagian dari Proxy War dan dalam hal ini kita bisa berkaca atas apa yang terjadi terhadap Cina di masa lampau yang porak poranda oleh Inggris yang melakukan siasat ini untuk mengalahkan negeri tirai bambu ini.

Namun apa pun motiv para pengedar barang hararm ini namun yang pasti Penyebaran narkoba menjadi sulit untuk ditelusuri ketika itu diiringi dengan jenisnya yang bertambah dengan cepat. Dengan kondisi ini sangat besar kemungkinan jika barang haram ini telah menyebar luas di masyarakat tanpa diketahui barang apa itu sebelumnya. Butuh upaya sosialisasi lebih dari sekedar sebuah kampanye tentang bahaya laten dari narkoba, melainkan juga sangat penting untuk  menginformasikan secara masif tentang jenis-jenis narkoba baru yang mulai beredar agar kemudian masyarakat juga semakin meningkatkan kewaspadaannya, karena sudah banyak kasus penyalah gunaan narkoba serta obat-obatan terlarang yang berawal dari ketidak tahuan











Daftar pustaka

 News.idntimes.com/27 Desember  2017     2017
news.okezone.com/20 Juli 2017
REPUBLIK.CO.ID/ 30 Oktober 2017
Antaranews.co/ 04 maret 2016


























Post a Comment

Previous Post Next Post