Holocaust merupakan
peristiwa yang terjadi pada perang dunia kedua, yaitu aksi pembasmian ras semit
atau yahudi yang dilakukan oleh Nazi dibawah komando Adlf Hilter. Istilah
Holocaust sendiri berasaldari bahasa Yunani, “Holokauston” yang berarti hewan
kurban yang dipersemabahkan kepada para dewa-dewa atau tuhan dengan cara
dibakar. Pada awalnya, selama berabad-abad dalam bahasa Inggris istilah
holocaust digunakan untuk menunjukan peristiwa pembantaian dahsyat, namum
berjalannya waktu setelah berakhirnya perang dunia kedua, pada tahun sekitar
1960-an istilah holocaust mulai digunakan oleh kalangan penulis khususnya
dikalangan barat untuk merujuk pada tragedi pembantaian kaum yahudi. Nazi
dibawah kepemimpinan Hilter berusaha melakukan pembersihan Jerman raya dari
beberapa kalangan yang salah satunya adalah kalangan Yahudi untuk tetap menjaga
kemurnian ras Arya sebagai ras yang paling unggul dan ras superioritas di atas
ras yang lainnya di muka bumi. Hilter menilai jikaYahudi adalah golongan yang
penuh kelicikan dan telah melakukan serangkaian skenario konspirasi yang
tujuannya adalah untuk menguasai dunia, dan pandangan-pandangan kebenciannya
terhadap Gologan ini ia taungkan dalam karyanya yang terkenal berudul Mein Kampf.
Salah satu ucapannya yang terkenal berkenanan dengan kaum yahudi, di antaranya
adalah, “saya bias saja membunh semua orang Yahudi di dunia ini, tapi saya
sisakan beberapa mereka hidp agar anda tahu mengapa saya membunuh mereka”.
Secara umum, pandangan
yang berkembang mengatakan jika tragedi holocaust yang dilancarkan secara
sistematis dan brutal oleh Nazi ini menyebabkan hilangnya nyawa kaum yahudi
mencapai jumlah sekitar 6 juta.pembasmian ras yahudi yang dilakukan Hilter
meliputi negar-negara Eropa yang menjadi daerah jajahannya dengan cara di
masukan ke dalam kamp konsentrasi yang memiliki kamar gas untuk kemudian
dibasmi secara masal. Bahkan dikatakan
karena begitu kejamnya rezim Nazi terhadap Yahudi, populasi yahudi di
polandia yang awalnya berjumlah 3.300.000 jiwa sebelum perang dunia kedua
meletus berkurang dratis menjadi 300.000 jiwa, di Jerman-Autria dari 240.000
jiwa menjadi 30.000 jiwa, Belanda dari 140.000 jiwa menjadi 35.00 jiwa. Tapi
benarkah demikian yang terjadi , benarkah 6 juta Ras Yahudi dibantai secara
masal oleh Nazi Jerman atas dasar Ideologi dengan cara-cara yang brutal dan
keji dimana seorang bayi tak luput dari aksi yang tak beradab ini (dikatakan
banyak dari anak-anak Yahudi yang dijadikan obyek eksperimen-eksperimen dari
ilmuan Nazi). Teradapat banyak fakta-fakta yang sengaja disembunyikan untuk kepentingan-kepentingan
tertentu, terdapat banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat dunia akibat
adanya manipulasi fakta sejarah yang telah berlangsung lama. Beriku fakta-fakta
holocaust yang sengaja disembunyikan
Jumlah Korban Yang Di
Lebih-Lebihkan
Dalam tragedi holocaust
dikatakan jika jumlah umat Yahudi yang dibasmi mencapai jumlah 6 juta
jiwa.Sebuah angka yang sangat fantastis untuk populasi ras yahudi di zaman itu
jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan golongan yahudi. Dan memang tragedi
holocaust menjadi tragedi pembantaian dan upaya pembasmian suatu kaum yang
paling terdokumentasi dalam sejarah umat manusia,namun berjalannya waktu
relevansi dari jumlah korban Holocaust yang diklaim mencapai 6 juta jiwa mulai
dipertanyakan oleh mereka yang kritis. Bisa jadi karena alasan untuk
mendapatkan simpati dari masyarakat dunia, menjadi motivasi terhadap manipulasi
terkait jumlah korban tragedi holocaust yang sebenarnya dilebih-lebihkan,
karena jika kita amati dari berbagai catatan yang ada jumlah korban secara
keseluruhan bahkan tidak mencapai jumlah 1 juta jiwa.
Faktanya banyak
kalangan yang menganggap holocaust adalah salah satu kebohongan sejarah
yangterbesar abad 20, beberapa kalangan yang mengingkari holocaust diantara
adalah, David Irving melalui bukunya berjudul “Denying the Holocaust The
Growing Assault on Truth and Memory” (Menyangkal Holocaust Serangan yang Terus
Tumbuh pada Kebenaran dan Memori), Arthur R. Butz, Profesor
Teknik dari Northwestern University melalui karyanya “Kebohongan Abad Kedua
Puluh: Kasus Melawan Dugaan Pembantaian Yahudi Eropa” dan masih banyak lagi
orang-orang dengan fakta-fakta ilmiah yang tak terbantahkan yang secara nyata
menyangkal holocaust dengan angka 6 jutanya. Lalu kenapa klaim holocaust dengan
6 juta korban ras yahudinya masih gencar disebar luaskan, seperti yang telah
dijelaskan jika hal itu dilakukan untuk mendapatkan simpati dari dunia dimana
seolah kaum Yahudi benar-benar sangat tertindas sehingga dengan cara ini mereka
dapat memperoleh kompensasi dari negara Jerman dalam jumlah yang tentunya tidak
sedikit, dan sebagai tambahan hal yang tidak dapat dipungkiri kenapa holocaust
dikemas secara sangat berlebihan adalah karena dukungan dari pihak sekutu yang
memenangkan perang dunia kedua, untuk menunjukan jika Jerman dengan Nazinya
adalah biang dari tradegi dahsayt kemanusiaan yang di sebut perang dunia kedua,
sebagai bentuk tekanan.
Adanya Upaya Pelarangan Penelitian
Terhadap Tragedi Holocaust
Perlu kiranya diketahui bersama jika Legenda holocaust menjadi satu-satunya
catatan sejarah peradaban umat manusia dimana tidak boleh ada orang yang
diizinkan untuk meneliti kebenaran dari tragedi holocaust dan dipaksa untuk
menerima versi yang sudah ada, dan barang siapa yang menyangkal versi yang
sudah ada maka akan di anggap sebagai “antisemit” bahkan dapat dipidanakan
sebagai mana yang tercantum dalam salah satu butir dari Gayssot Law yang
disahkan menjadi UU pada tahun 1990 berbunyi: “ Mempertanyakan Holocaust &
meragukan jumlah Yahudi tewas di Holocaust adalah perbuatan Kriminal dengan
hukuman Penjara ” demikianlah keseriusan mereka, para pendukung legenda
holocaust berdasarkan versi negera-negara barat yang dengan gencar
didengung-dengungkan sampai hari ini. Terkait pelarangan-pelarang pengadaan
penelitian oleh para ahli sejarah justru secara resmi PBB mengecam segala
bentuk pengingkaran terhadap holocaust melalaui resolusi DEwan Keamanan yang
menyatakan bahwa pengingkaran “sama dengan menyetujui genosida dalam semua
bentuknya, lebih jauh lagi Uni Eropa di tahun 2007 bahkan menyetujui legislasi
kriminalisasi bagi para pengingkar holocaust yang dapat dikenakan hukuman
penjara.
Keberadaan Kamp
Konsentrasi Yang Di Ragukan
Cara keji yang dilakukan Nazi untuk membasmi ras yahudi sebagaimana yang banyak kita ketahui adalah dengan cara dimasukan dalam kamp-kamp konsentrasi yang jumlahnya sekitar 6 kamp yang tersebar di negara-negara eropa. Di dalam kamp-kamp tersebut terdapat kamar-kamar gas untuk membunuh orang-orang yahudi secara berlahan.Akan tetapi kenyataanya keberadaan kamar gas yang digunakan untuk tindakan genosida Nazi terhadap Yahudi menjadi sesuatu yang diragukan. Menilik gambaran dari seorang komunis Prancis yang pernah menjadi tahanan Nazi Paul Rassinier melalui Drama yang diterbitkannya pada tahun 1964 Ia menjelaskan jika kamar gas hanyalah rekayasa dari lembaga Zionis. Distorsi fakta sejarah dalam holocaust telah berlangsung lama, dan jika kita mencoba mencari referensi dari peristiwa holocaust di internet maka akan banyak kita jumpai berbagai situs yang menjelaskan holocaust dengan gambar-gambar yang sangat menyakinkan, memangnya apa susahnya mengatur penyebarkan informasi untuk mempengaruhi masyarakt dunia bagi mereka yang menguasi media.
Demikian ulasan ini
dibuat bukan semata-mata untuk menyebarkan paham antisemit, melainkan hanya
untuk memberikan paparan sejarah berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipercaya
dan melimpah. Tindakan genosida bagaiaman pun juga adalah tindakan tidak
beradab dan keji yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, namun yang
tak kalah penting juga adalah bahwa tindakan merekayasa sejarah oleh
kelompok-kelompok tertentu yang langgeng berlangsung merupakan kejahatan besar
karena dapat mengarahkan persepsi masyarakat dunia ke dalam persepsi yang bertolak belakang dengan fakta sejarah
dengan alasan apa pun juga. Baca juga fakta menariklainnya tentang bangsa Yahudi DI SINI>>

Post a Comment