TREND MUSIMAN DALAM SINETRON



             Di sadari atau tidak, dunia senias tanah air minimal sinema elektornik (sinetron) mengikuti roda perputaran yang disebut musim yang berorientasi pada minat atau antusias masyarakat. Sehingga menjadi pemandangan yang lumrah, jika terdapat stasiun TV yang berhasil menyuguhkan acara berupa sinetron dengan tema tertentu , maka secara otomatis akan bermunculan sinetron maupun serial TV dari stasiun TV yang lain dengan tema yang senada. Tentu kita ingat dengan sinetron ganteng-genteng serigala yang di tayangkan SCTV dan diikuti oleh kesuksesannya yang berhasil menyedot  perhatian segenap masyarakat kita. Sinetron yang bertema bukan manusia biasa (vampir dan manusia srigala) ini mengisahkan permusuhan  antar ras vampire yang diperankan oleh Aliando Syarif dkk dan bebuyutannya yakni ras manusia srigala yang diperankan oleh Rizky Harun dkk, dan tak  lama kemudia muncul sinetron dengan tema yang sama yakni Sinetron Manusia Harimau yang ditayangkan RCTI, bedanya jika Ganteng-Ganteng Srigala mengadopsi tema dari luar negeri, Manusia Harimau merupakan kisah yang berasal dari dalam negeri atau lebih tepatnya berasal dari mitos tanah minang kabau.


           Untuk beberapa waktu sinetron dengan tema manusia jadi-jadian (jika memang bisa dikatakan demikian) menjadi sinetron dengan rating paling tinggi, bahkan berkat perannya sebagai Diego dalam ganteng-ganteng srigala yang merupakan salah satu anggota keluarga vampire, Alindo menjelma menjadi idola baru khususnya bagi kalangan remaja putri disamping juga melejitnya nama Prily Latuconsina yang berperan menjadi pacarnnya dalam sinetron yang sama. Setelah sinetron dengan tema ini berjaya, pemirsa disungguhkan dengan sinetron baru yang langsung menjadi sinetron favorit  dengan tema anak geng motor. Untuk tema ini RCTI lebih dulu menjadi pelopor dengan sinetron Anak Jalanan-nya dengan Boy sebagai tokohnya utamanya yang diperankan oleh Stefan William, baik sinetron yang bertema geng motor maupun tema sinetron yang sebelumnya, keduanya sama-sama beralur cerita dengan adegan fighting di dalamnya, hanya saja  sinetron dengan tema geng motor memiiki intensitas yang lebih tinggi. Dan setelah menjadi tontonan nomor wahid masyarakat Indonesia, SCTV mengikuti jejak RCTI dengan menghadirkan sinetron dengan tema yang sama berjudul Anak Menteng. Dua stasiun ini memang saling berkompetisi dalam merebut hati pemirsa melalui tayang sinetronnya masing masing. Namun satu hal yang menarik, bahwa sinetron dalam periode ini yang bertema geng motor selalu memiliki judul dengan “Anak” di depannya, Anak Jalanan (RCTI), Anak Menteng (SCTV) dan Anak Langit (RCTI) .

Memasuki bulan ramadhan musim pe-sinetron-an tanah air kembali bergeliat mengikuti selera masyarakat yang sudah bosan dengan tema-tema yang sebelumnya, saat itu giliran ANTV yang menjadi pelopor untuk sinetron dengan tema baru yang sama sekali berbeda  dengan dua tema sinetron sebelumnya, yakni dengan mengusung tema horror dengan mengadirkan sinetron Jodoh Pengantar Jenazah, kemudian berganti judul Jodoh Wasiat Bapak, tak lama kemudian RCTI mengikuti jejak ANTV dengan menayangkan sinetron dengan judul “Iiihhh Serrrem” dan berhasil menarik perhatian pemirsa yang ditayangkan setiap hari selama 2,5  jam full pada jam 14:00 WIB s/d 16:30 WIB, dan kali ini TRANS7 tidak mau ketinggalan dengan  ikut meramaikan acara TV tema horror dengan serial “Kisah Nyata-nya” , dan belum lama lagi akan segera tayang sinetron dengan Judul Buaya Putih yang akan ditayangkan RCTI. Menjadi hal yang wajar memang jika kemudian sinetron dengan tema horror serta hal-hal berbau klenik lainnya menjadi populer, mengingat hal yang demikian itu merupakan representasi dari kultur yang berkembang dan tumbuh dalam masyarakat kita.

Pola musiman dalam sinetron memang merupakan hal unik dalam dunia pertelevisian dalam negeri terlepas dari hal-hal negatif yang terdapat dalam tayangan TV yang disebut sinetron ini. Pada akhirnya sebagai upaya terbaik dalam menghindari damfak negative dari acara TV berupa sinetron khususnya bagi usia anak-anak, tindakan preventif menjadi opsi yang harus dilakukan dengan pengawasan dan bimbingan saat anak menyaksikan tayangan TV, ketika dihadapkan dengan fakta susahnya mengubah orientasi para pekerja sineas yang berorientasi keuntungan sehingga mengabaikan sisi muatan di dalamnya.


Post a Comment

Previous Post Next Post