Waktu
telah melesat jauh meninggalkan 10 november genap 72 tahun silam, namum seiring
dengan itu telah terekam sebuah momentum
dalam sejarah bangsa, yang akan senantiasa diingat dan dikenang oleh
seluruh lapisan masyarakat sebagai wujud rasa terima kasih dan rasa penghormatan
setinggi-tingginya terhadap kusuma bangsa, yang telah meleburkan segenap jiwa
dan raganya dalam perjuangan serta pengorbanan demi tetap tegak berdirinya NKRI
ini. 10 November dalam kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di
Indonesia , di masa lalu telah menjadi titik tolak sekaligus representatif
tentang semangat juang dalam melawan penjajah sehingga sampai hari ini tangal
10 November didedikasi untuk memperingati jasa para pahlawan.
sebagai para generasi
yang hadir membelakagi para kusuma bangsa yang telah gugur khususnya mereka
yang turut serta dalam medan laga pada tahun 1945 di Surabaya yang membara
karena di Bombardir dari darat, laut dan
udara oleh sekutu, sudah sepatutnya kita merenung sudah sampai pada tingkatan
mana cara kita dalam mengapresiasi jasa-jasanya yang demikian tak ternilai itu,sudah
sejuah mana cara kita dalam mensyukuri hasil sepak terjang mereka yang bisa
kita enyam detik ini. Dan dengan bertemunya lagi kita dengan 10 November ini,
menjadi momentum yang sangat tepat untuk merenung yang tentu saja tidak hanya
sekedar merenung tanpa tidak ditindak lanjuti dengan sebuah aksi.
Peringatan 10 November
sebagai hari pahlawan memang sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya baik di
lingkungan sekolah maupun di instansi-instansi negara dengan pelaksanaan
upacara. Namun hakikatnya arti penting peringatan tersebut tidak akan memiliki
manfaat serta faedah secara nyata jika kita memaknainya hanya sebatas kegiatan
rutin setiap tahun tanpa memiliki dampak terkait motivasi dan kondisi mental
kita semua. 10 November harus kita jadikan sebagai momentum untuk meresapi
makna perjuangan, terlebih lagi makna pengorbanan seperti yang telah
dicontohkan para pelita bangsa untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara setiap harinya.
Sehingga dengan pendalaman dalam memaknai 10 November secara
benar, tentu otomatis akan tercipta orientasi berfikir, tentang apa yang bisa
kita berikan untuk negera bukan berfikir tentang apa yang bisa kita dapatkan
dari negera, seperti yang pernah digaungkan oleh bapak proklamator yakni Ir.
Soekarno. Hal yang menjadi esensial dalam menyikapi peringatan hari pahlawan ini
adalah dengan menghadirkan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa
pada 10 November tahun 1945, yakni nilai
nasionalisme yang terpatri kuat dalam hati yang menjiwai nilai-nilai yang
lainnya, seperti nilai perjuangan, nilai pengorbanan, nilai pantang menyerah,
nilai persatuan dan nilai kemauan atau tekada yang kuat untuk melepaskan diri
dari cengkraman penjajahan.
Memang zaman telah
berubah, perang dan penjajahan telah lenyap dari tanah nusantara, pada zaman
itu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata di medan laga dan
gerakan-gerakan gerilya, dengan kondisi negara yang damai dan sudah merdeka,
bukan berarti perjuangan telah pula menemui titik akhir. Sebaliknya justru
dimulai dari titik ini perjuangan harus ditingkatkan di tengah hambatan yang
lebih berat. Karena bagai mana pun mendapatkan sesuatu itu mudah sedangkan yang
menjadi masalah adalah bagaimana cara menjaga sesuatu yang telah dalam
genggaman itu. Estafet perjuangan dari para pendahulu yang harus kita semua lakukan
adalah berjuang untuk mewujudkan cita-cita bangsa yakni menciptakan kesejahteraan,
kemakmuran serta ketertiban dalam bingkai negara yang maju.
Semua elemen bangsa ini
harus bersatu, bersinergi dalam harmoni untuk mewujudkan itu semua. Kemudian
bentuk perjuangan yang dapat kita lakukan sebagai pelajar adalah melalui
belajar dengan sungguh-sungguh untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan
sehingga menghasilkan prestasi-prestasi yang membanggakan dan berguna bagi
bangsa ini dimasa depan. Hanya dengan
belajar secara sungguh-sungguhlah kita dapat membantu pendidikan dalam negeri
mencapai tujuannya seperti yang tercantum dalam UU NO.20 tahun 2003 pasal 3 tentang Tujuan
Pendidikan Nasional, yakni mengembangkan
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadapTuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga yangdemokratis serta bertanggung jawab.
jika pendidikan telah secara nyata berhasil
mencapai tujuannya,maka tentu saja khazanah keilmuan akan semakin berkualitas.
Dan tidak ada yang menyangsikan jika keilmuan akan mengangkat peradaban suatu
bangsa dan tentu saja ketinggian peradaban akan mengangkat pula martabatnya
diantara bangsa-bangsa di dunia.Contoh nyata yang dapat kita lihat adalah dari
apa yang telah dilakukan oleh dua pelajar
yaitu Ferris Prima Nugraha dan Gerry Windiarto Muhammad Dunda yang telah
mengharumkan Indonesia dikancah internasional melalui prestasi mereka yang berhasil
meraih 2 mendali emas di olimpiade fisika internasional 2017, yang tak kurang
diikuti 650 peserta dari 86 negara yang dilksanakn di Yogyakarta seperti dikutip dari Okezone.com.
Lebih jauh lagi,
momentum peringatan 10 november ini menjadi media refleksi seluruh komponen
bangsa untuk tetap menjaga tali persatuan yang
diikat oleh kesadaran bahwa kita semua beridentitas satu yakni bangsa
Indonesia. Nilai persatuan yang terdapat dalam peristiwa 10 november 1946 kiranya dapat mencegah pertikaian antar
kelompok dimana hal yang demikian mulai
marak terjadi di tengah-tengah kenyataan bahwa kita adalah saudara satu bangsa.
Sudah sepatutnya peringatan 10 noember tidak hanya dijadikan hanya suatu
peringatan akan tetapi lebih dari itu dapat dijadikan sebagai momentum untuk merenungkan arti pentingnya sebuah
perjuangan sebagaimana yang telah dicontohkan para pahlawan bangsa.
Maka dari itu, marilah
kita mulai memaknai hari pahlawan 10 November tidak hanya sekedar sebatas
peringatan semata.marilah kita mulai perbuatan yang mencerminkan semangat hari
pahlawan diawali dengan hal sederhana seperti misalnya memberikan manfaat bagi
lingkungan sekitar kita dengan menjaga kebersihannya, karena manfaat peringatan
10 November ini hanya akan benar-benar terasa jika kita mulai menggali
nilai-niai di dalamnya untukkemudian diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara.

Post a Comment