NEGERI KONTRADIKSI



Orang bilang tanah kita tanah surga,tongkat kayu dan batu jadi tanaman
                    Orang bilang tanah kita tanah surga,tongkat kayu dan batu jadi tanaman”
                        
Demikian lirik lagu kolam susu milik Band Koes Plus yang menggambarkan betapa subur dan kayanya negeri nusantara ini yang sejak dulu kala mendapat julukan sebagai Jambrud
Khatulistiwa.Tidak terhitung jumlah kekayaan sumber daya alam yang terkandung di tanah ini dimana hal tersebut tercacat dalam sejarah sebagai motivasi bangsa asing yang ingin menguasainya. Emas,batu bara,uranium,tembaga,platinum dan lain sebagainya adalah kekayaan sumber daya alam yang sangat bernilai yang dapat membawa kepada kemakmuran,akan tetapi pada realitanya negara Indonesia tercinta ini yang memiliki luas yang membentang dengan lebih dari 16 ribu pulau serta dengan jumlah penduduk terbesar ke 3 di dunia, belum dapat menghantarkannya menjadi negara yang maju,  setaraf dengan negara-negara maju di Eropa seperti Jerman misalnya atau negara-negara maju di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan .

           Bahkan sebagai anggota organisasi regional ASEAN  yang memiliki wilayah terluas jika dibandingkan dengan anggota yang lainnya, Indonesia tertinggal oleh negara yang mengaku serumpun yaitu Malaysia yang hanya memiliki luas wilayah kurang 1/4 dari wilayah Indonesia.
                Sungguah menyedihkan raelitas yabg ada di negeri ini, ketika masih banyak warganya yang berada di garis kemiskinan sedangkan mereka tinggal di negeri surge katanya.Mereka kelaparan di atas tanah yang kaya raya akan sumber daya alamnya,lalu apa artinya semua anugerah alam di negeri ini jika tidak bisa menghantarkan menuju kemaslahatan bagi penduduknya.Dengan sumber daya alam yang sangat melimpah Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara maju dengan catatan Indonesia harus memiliki SDM yang kompeten dan inilah factor kunci untuk menuju ke arah sana dimana umber daya manusia yang berkualitas inilah yang kemudian akan mengolah sumber daya alam yang ada demi ksejahteraan masyarakat di dalamnya.

       Tanpa SDM yang ahli dan professional akan menjadikan sumber daya alam yang ada seolah tidak memiliki dampak yang berarti dalam pembangunan.Sumber daya manuia yang ada sejak dulu kala belum bisa menyeimbangi sumber daya alam yang tersebar luas, akibatnya manfaat yang dapat diambil dari kesemuannya hanya sedikit, dimana kita hanya mengekspor bahan-bahan mental ke negara-negara luar yang sebenarnya akan memiliki nilai jual tinggi jika mampu  mengolah dan mengekspornya dalam bentuk barang jadi, namun yang terjadi sekarang kita dijadikan target pemasaran untuk barang-barang jadi yang bahan mentahnya berasal dari kita sendiri, tentu dengan perbandingan harga yang jauh jika dibandingkan dengan harga barang mentah dari kita. Jadi dari kita,oleh mereka dan untuk kita.

          Berbeda dengan Indonesia,  meski sumber daya alamnya tidak sekaya negeri kita namun dengan dengan kekuatan SDM-nya yang ada,negara Jepang  telah membuktikan diri keeluruh dunia sebagai negara yang maju, kuncinya terletak justru bukan terletak pada seberapa besar sumber daya alam yang ada, akan tetapi seberapa besar sumber daya manusianya yang berkualitas. Bentuk yang paling jelas atas ketidakmampuan kita untuk mengolah SDA yang ada adalah kenyataan bahwa telah ada aktivitas penambangan terbesar di dunia yang dilakukan di Papua namun dikuaai oleh pihak asin, dimulai sejak tahun 1967  dan masih berlangung sampai hari ini yang artinya telah berlangsung selama 50 tahun, serta diperkirakan perlu menunggu 23 tahun lagi  karena pada tahun 2041 mendatang  penambangan oleh PT,Freeport yang berpusat di AS direncanakan akan ditutup. Entah berapa angka pasti keuntungan yang diperoleh PT.Freepot dari pengerukan di atas tanah Indonesia.
                 Di sisi lain hal yang  sangat menarik rasa prihatin adalah justru masyarakat asli yang berada di sana masih banyak yang berada dalam penjara kemiskinan. Saudara-saudara kita yang merupakan penduduk pribumi tidak merasakan manfaat yang berarti dari kekayaan sumber daya alam yang terkandung di tanah mereka sendiri. Sungguh miris ketika tangan pihak-pihak asing mengeksploitasi kekayaan tanah papua dengan penuh serakah hingga menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitarnya.Tercatat kerusakan yang disebabkan  aktivitas penambangan tersebut meliputi kerusakan dan pencemaran DAS,kerusakan hutan bakau seluas 21 hektar dan masih banyak lagi kerusakan yang tidak hanya beruang lingkup pada kerusakan fisik namun juga pada segi soial dan budaya  yang diakibatkan penambangan tersebut.
.            Kesepakatan kontrk antara pihak Indonesia dan pihak PT.Freeport yang pada saat itu pemerintaha berada di tangan rezim soeharto tidak mengetahui terkait potensi luar biasa yang terdapat di dalam tanah papua,dengan begitu mudahnya Indonesia menyetujui dan dengan keadaan yang demikian tentu saja pihak PT.Freeport girang bukan main. Kenapa kita begitu mudah ditipu oleh nereka,siapa dan apa yang salah,apakah karena negeri ini terlalu lama dijajah,apakah karena karena pemimpin kita belum bisa melaksanakan tugasnya atau mungkin ini semua adalah salah kita.

            Saling menyalahkan satu sama lain tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik sebaliknya justru itu tindakan sia-sia yang jika dilakukan hanya membuang-buang waktu saja, akan tetapi sebagai bentuk pembenahan,menjadikannya sebagai pembelajaran agar tidak mengulangi kesalah yang sama di masa yang akan datang adalah sesuatu yang harus dilakukan dan pembangunan yang harus diprioritaskan pemerintah sebagaimana tercantum juga dalam UU yaitu pembangunan dimana objeknya adalah masyarakatnya untuk menciptakan manusia-manusia Indonesia yang memiliki kualitas baik dalam intelektual maupun spiritual,sehingga kembali lagi pada kesimpulan bahwa pendidikanlah yang menjadi kunci semua problema yang menyangkut usaha pembangunan.

Post a Comment

Previous Post Next Post