AGAMA DAN EKSISTENSINYA
DI ZAMAN MODERN
Agama sebagaiman yang dipahami
dalam definisi standar adalah suatu ajaran yang dijadikan petunjuk dimana di
dalamnya terdapat suatu perintah dan larangan.Syarat suatu ajaran dapat
dikatakan sebagai suatu agama adalah ia harus mem
iliki kitab suci yang memuat ajaran-ajarannya (dasar hukum primer).Seperti agam islam dengan kitab suci al-qur’annya,Kristen dengan injilnya,budha dengan tripitakanya,hindu dengan kitab wedanya dan sebagainya.Dari manakah sumber isi dalam kitab-kitab agama tersebut?,secara umum setiap agama akan mengatakn bahwa itu adalah wahyu Ilahi namun di sinilah dapat kita lihat bahwa al-qur’an adalah kitab suci bagi agama rahmatan lil alamin di mana isinya paling relevan dibanding kitab-kitab suci agam lain khususnya agama samawi,karena telah di jamin akan kemurniaannya oleh sang pencipta.Lebih jauh,hal ini telah dikabarkan dalam suatu ayat di dalamnya,yaitu pada surat al-hijr ayat 9 yang artinya;
iliki kitab suci yang memuat ajaran-ajarannya (dasar hukum primer).Seperti agam islam dengan kitab suci al-qur’annya,Kristen dengan injilnya,budha dengan tripitakanya,hindu dengan kitab wedanya dan sebagainya.Dari manakah sumber isi dalam kitab-kitab agama tersebut?,secara umum setiap agama akan mengatakn bahwa itu adalah wahyu Ilahi namun di sinilah dapat kita lihat bahwa al-qur’an adalah kitab suci bagi agama rahmatan lil alamin di mana isinya paling relevan dibanding kitab-kitab suci agam lain khususnya agama samawi,karena telah di jamin akan kemurniaannya oleh sang pencipta.Lebih jauh,hal ini telah dikabarkan dalam suatu ayat di dalamnya,yaitu pada surat al-hijr ayat 9 yang artinya;
“sesungguhnya kami telah menurunkan al-qur’an
dan sesungguhnya kami benar-benar menjaganya”
Namun terlepas dari semua hal
kontradiksi daam agama-agama lain selain islam,terdapat garis lurus yang dapat
kita tarik bersama dari kesemuanya yaitu bahwa agama adalah kebutuhan rohani
yang di butuhkan oleh seorang manusia seutuhnya ,agama adalah perwujudan secara
konkret akan kesadaran bahwa ada kekuatan yang maha kuasa yang berada di luar
diri manusia dan agama adalah media yang harus di tempuh bgi mereka yang
mencari akan makna kebenaran.Lalu bagaimana peran dari agama dalam era modern
seperti sekarang?.Dunia tidak menyangkal akan andil dari agama dalam sejarah
peradaban umat manusia namu berkembangnya zaman agam bertrnsformasi seolah
tergerus oleh dinamika di dalamnya,agam menjadi suatu yang tak lebih dar fungsi
simbolis belaka yang hanya menjadi identitas bagi corak spiritual pemeluknya
akan tetapi dalam segi pengamalan ajaran di dalamnya mulai meredup,baik dalam
agama islam maupun agama yang lainnya.Jika setiap pemeluk umat beragam di seuruh
dunia mengamalkan jaran agama-nya masing-masing niscaya kedamaian di dunia akan
tercipta anmun lihatlah sejarah telah mencatat perang-perang besar yang pernah
terjadi di dunia sebagai bencana kemanusiaan yang erenggut tidak sedikit korban
jiwa.Agama apa pun itu pasti mengajarkan tentang kebaikan meski hanya ada stu
agama saja yang juga mengajarkan kebenaran .
Dunia berkebang dalam jalur yang
seolah mengarah pada cara pandang yang sekuler
dimana nilai dan norma agama berlahan tersisihkan saat ilmu pengetahuan
tumbuh dalam kecepatan yang menakjubkan ,di sisi lain nilai moralitas mengalami
reduksi.Di era millennium,agama menghadapi permasalahan yang begitu
kompleks,beberapa di antaranya adalah masalah ateisme dan sekulerisme.Secara
sederhana ateisme dapat diartikan sebagai suatu faham atau sikap yang tidak
meyakini adanya tuhan.Dalam perkembangannya ateisme terbagi menjadi beberapa
jenis yaitu meliputi ateis optimisme,aties materialisme,ateis psikologis,ateis
marxisme,ateis eksistensialisme dan aties neo-posivisme.para atei menyebut diri
mereka sebagai pemikir bebas yang tidak terbelenggu oleh doktrin-doktrin
agama,mereka menganggap bahwa suatu agama tidak di perlukan lagi di zaman
modern.Suatu badan riset di jerman menyebutkan bahwa ada sekitar tahun 1960-an
lebih dari setengah masyarakat jerman menganggap bahwa agama tidak diperlukan
lagidi zaman modern. Selanjutnya permasalahan yang terjadi di era modern adalah
terkait masalah liberalisasi agama,yaitu suatu anggapan bahwa semua agama
adalah sama,tidak perduli seberapa jauh perbedaan akidah di dalamnya karena
dalam pandangan mereka pada akhinya semua akan menuju ke tempat yang sama meski
jalan yang di tempuh berbeda-bead.Jelas hal ini sangat keliru karena
berdasarkan akidah yang kami pahami hanya ada satu agama saja yang akan membawa
pada keselamatan .Salah satu tokoh dalam negeri yang menyerukan liberaliasasi
agama Ulil Absor,seorang tokoh pendiri kelompok JIL ( jaringan islam liberal)
sedangkan tokoh dari luar negeri dengan pandangan senada adala Sai Baba dari
tanah India.Memang toleransi itu harus ada dalam kehidupan beragama namu yang
harus di garis bawahi adalah bahwa toleransi memiliki batasan berdasarkan akidah yang kita pahami.Islam
sebagai agama rahmatan lil alamin,di zaman modern telah juah meninggalkan masa
ke-emasan-nya ,islam pernah bersinar di seper-empat dunia namun lihatlah
bagaimana dunia melihat kita hari ini.Mereka mendiskreditkan islam dan
mencemooh islam sebagai agam yang teroris yang menyebarkan terror dan
kerusakan.Bagaimana mungkin agama yang sempurna ini dikataka sebagai dalang
dari kekacauan dunia.Dunia harus dan mengerti bahwa tidak hanya islam tapi
setiap agama di seluruh dunia pasti di dalamnya terdapat kelompok
radikalnya.Tidak ada kekerasaan dalam agama dan tidak ada agama dalam kekerasan,
dalam artian tidak dapat dibenarkan segala bentuk tindakan kekerasan yang
mengatas namakan agama dan seseorang atau kelompok yang sedang melakukan
tindakan kekerasaan tidak sedang mengamalkan jaran agama.

Post a Comment