Formasi Kandidat Calon Kuwu Desa Kalirahayu-Losari-Cirebon


Para calon melakukan proses pendaftaran. Bapak Aliyudin (kiri Atas), Bapak Abd Rohim (kanan Atas), Bapak Absori/Ceceng (Kiri Bawah) dan Bapak Tonaji (Kanan Bawah



        Kalirahayu, Pelaksanaan Pilwu serentak yang akan dilakasanan di 187 desa  yang sebentar lagi digelar, telah memasuki tahap pendaftaran para calon tepat pada hari Rabu 28 Agustus kemarin. Tahapan pendaftaran ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Pilkades hingga pelaksanaan puncak yaitu pemungutan suara pada 27 Oktober.


            Hingga menginjak pekan ke  tiga, tercatat telah terdaftar 4 nama yang dipastikan akan melenggang dalam kontestasi Pilwu di Desa Kalirahayu yang merupakan salah satu desa yang ikut pelaksanaan Pilwu serentak 2019. Dua nama di antaranya telah melakukan pendaftaran pada hari rabu yang lalu yakni bapak Aliyudin yang sempat menjabat sebagai plt kepala desa yang sebelumnya dijabat Bapak Dakuni yang telah habis masa jabatannya. Bapak Aliyuin mendatangi kantor balai desa sekitar pukul satu siang dengan disertai para pendukungnya, disusul tidak lama kemudian  oleh Bapak Abd Rohim (Takim) yang sampai di balai  beserta rombongan pendukung dan semakin meramaikan kantor balai desa sebagai tempat pendaftaran dimana sebelumnya juga sudah ramai oleh rombongan pendukung Bapak Aliyudin dan juga masyarakat sekitar yang penasaran.

        Dan berselang sehari setelahnya,  tepatnya pada Kamis tertanggal 29 agustus, telah dipastikan jika sampai sejauh ini seluruh jumlah calon telah berjumlah 4 kandidat setelah Bapak Absori (Ceceng) dan Bapak Tonaji telah secara resmi mendaftarkan diri ke kantor balai desa. Bapak Absori bersama rombongan pendukungnya sampai di kantor balai desa pada pagi hari sekitar pukul 8 pagi, sementara itu Bapak Tonaji yang sebelumnya juga santer dikabarkan akan turut serta dalam kontestasi Pilkades, telah memastikan namanya terdaftar sebagai calon kepala desa, ia bersama rombongan pendukungnya menyambangi kantor balai desa kamis  sekitar pukul 2 menjelang sore hari. Dengan jumlah kandidat 4  nama, peta petarungan pilkades sesuai dengan informasi yang sebelumnya kuat beredar dengan formasi 4 calon.

          Di samping 4 nama di atas, 2 calon yang telah secara resmi mendaftarkan diri pada hari pertama pembukaan jadwal pendaftaran kemarin (28/082019), yakni Bapak Aliyudin dan Bapak Abd Rohim (Takim), merupakan dua calon yang sebelumnya paling vokal dalam menyatakan keikutsertaannya jauh-jauh hari ditengah-tengah ketidak jelasan informasi yang berkembang terkait berapa jumlah calon yang akan mendaftar sampai tanggal pendaftaran resmi ditutup pada 4 September mendatang.

             Selain 4 nama di atas memang sebelumnya beberapa nama yang diprediksi akan ikut meramaikan hajat masyarakat sedesa ini, dari isu itu kemungkinan majunya calon dari kubu petahana bapak Dakuni ikut mewarnai kontestasi geliat politik lokal ini, yang kemudian dipastikan beliau tidak ikut serta dalam kontestasi tersebut. Hingga nama-nama lain yang kemungkinan besar ikut serta dan menjelang pendaftaran pada Rabu 28 Agustus yang lalu, berkembang berbagai  spekulasi tentang jumlah calon pilkades di Desa kalirahayu, ada yang berspekulasi dengan angka 3 calon, 4 calon serta 5 calon namun sampai dengan pembukaan pendaftaran tersebut dibuka, yang paling menarik perhatian adalah  beredarnya informasi bahwa jumlah pendaftaran akan sampai dengan jumlah 6 calon, artinya masih ada dua nama lagi yang digadang-gadang akan ikut serta, namun siapa dua nama yang diperkirakan itu masih misterius sampai hari ini.

Rombongan pendukung salah satu calon usai megiringi proses
 pendaftaran di kantor balai desa


           Jika kontestasi Pilwu di desa kalirahayu kali ini menghadirkan hingga 6 calon, ini akan menjadi sesuatu yang baru di mana sebelumnya belum pernah terjadi dengan jumlah sebanyak itu. Dengan jumlah sebanyak itu tentu saja membuka lebar segala konsekuensi yang akan menimbulkan keadaan yang tidak kondusif bagi jalannya pilkades, jumlah pengamanan yang ada harus benar-benar diperhatikan agar kemudian tidak menimbulkan konflik antar kubu yang dapat berakhir dengan pertikaian.

     “Dengan melihat perkembangan yang ada, jika jumlah calon lebih dari empat nama, sepatutnya juga dibarengi oleh kesadaran masyarakat bersama untuk menciptakan keadaan yang kondusif selama rangkaian proses Pilkades, setiap kubu harus menahan diri untuk tidak bertindak di luar batas yang dapat menciptakan perpecahan di masyarakat”ucap Mutaqin salah satu pemuda desa Kalirahayu sekaligus perintis Garda (Gerakan Revolusioner Pemuda) Comunity mengomentari perkemangan Pilkades di desanya.

        Lebih jauh lagi, ia juga berharap agar Pilkades yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan di desanya tersebut.

“Besar harapan saya agar kita semua menjadikan pesta rakyat ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kedewasaan kita dalam hidup berdemokrasi” tambahnya.

Baca Juga:Praktik Politik Uang di Pilwu

      Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 4 September dan menyisakan waktu sekitar dua bulan hingga pelaksanaan pemungutan suara. Namun direntang waktu tersebut terdapat berbagai rangkaian yang harus diikuti mulai dari proses, penelitian dan klarifikasi persyaratatan setiap calon, pengundian nomor urut , masa kampanye, pemberian naskah berisi visi misi hingga memasuki masa tenang, yang kesemuanya itu telah diatur dalam jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya.

         Namun sebelum penutupan pendaftaran pada 4 September, segala kemungkinan dapat terjadi terkait berapa jumlah final kandidat calon kepala desa kali ini. Tidak jarang, dijumpai kejutan di detik-detik terakhir dalam dunia perpolitikan.


Post a Comment

Previous Post Next Post