IMPIAN MENJADI SEORANG PNS DI ERA MILENIA

Foto guru-guru berprestasi di Indonesia 

     Di samping gelar yang dipandang prestisius oleh masyarakat luas, posisi PNS juga menawarkan prospek penghasilan yang menjanjikan untuk mencapai kesejahteraan dari gaji pokok yang bisa dibilang cukup besar, kelebihan lain dari segi materil berprofesi berlabel PNS ini juga ditopang banyak tunjangan yang ditawarkan di dalamnya, mulai dari tunjangan kesehatan hingga tunjangan hari raya.


       PNS masih menjadi profesi primadona bagi banyak orang dan hal ini bisa kita lihat dari begitu banyaknya jumlah peserta yang mengikuti Tes CPNS yang setiap tahunnya senantiasa mengalami peningkatan, dan semakin memperlebar jarak perbandingan antara formasi yang tersedia dengan  peserta yang berlomba-lomba untuk meraih posisi PNS tersebut sehingga menampilkan gambaran .

    layaknya sepotong kecil kue pesta yang menjadi rebutan para tamu undangan yang begitu banyak. Tercatat dari formasi yang tersedia dalam tes CPNS 2018 dengan jumlah peserta yang mendaftar mencapai 4.436.694 liputan6.com (16 Oktober 2018) dan menjadikan tes CPNS dengan jumlah peserta terbanyak dalam sejarah pelaksanan Tes CPNS, dan besar kemungkinan kondisinya tidak akan jauh berbeda di tahun berikutnya.

       Tapi mari kita melihat lebih jauh perihal menjadi seorang PNS, dan menempatkannya dalam tempat yang sama sekali bukan untuk bermaksud meremehkan dan merendahkannya. Sebagai negara berkembang, menjadi hal yang wajar jika kemudian posisi seperti PNS masih menjadi impian banyak orang, bukan tanpa alasan, ketersedian lapangan pekerjaan dengan prospek penghasilan menjanjikan  menjadi permasalahan yang umum dijumpai dengan kondisi negara yang demikian.

Akan tetapi yang perlu digaris bawahi, adalah fakta jika masyarakat suatu negara yang berpandangan dan berpola pikir seperti itu, yang lebih nyaman untuk menunggu sebuah lowongan pekerjaan justru menjadi salah satu penghambat negara untuk mengubah statusnya dari negara berkembang menjadi negara maju.

      Banyaknya jumlah peminat gelar PNS bisa jadi merupakan gambaran, betapa masih banyak dari masyarakat kita yang belum siap untuk berpola pikir sebagimana pola pikir masyarakat di negara maju. Rekor jumlah peserta Tes CPNS yang membludak tidak bisa dianggap prestasi, karena faktanya kondisi yang demikian secara nyata menunjukan jika masyarakat kita banyak yang masih miskin dalam hal inisiatif dan kreatifitas.

Jika inisiatif dan kreatifitas digunakan dan ditempatkan pada posisi yang baik oleh mereka, tentu akan banyak hal hebat yang tercipta, dibandingkan berjibaku serta berlomba-lomba dengan banyak orang untuk memperebutkan sepotong kue kecil tentu akan lebih baik menciptakan sendiri sepotong kue sendiri. 
         Berinisiatif untuk menciptakan pekerjaan sendiri dengan ditopang kreatifitas tentu jauh lebih baik. Bagaimana pun juga kita semua tahu, bahwa orang-orang terkaya baik dalam maupun luar negeri adalah mereka yang menggunakan inisatif dan kreatifitasnya untuk menciptakannya peluang pekerjaannya sendiri, misalnya dengan mendirikan perusahaan dan mampu memberikan peluang pekerjaan bagi orang lain.

 Orang-orang seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh negara, yang dengan inisiatif dan kreatifitasnya dapat membantu upaya peningkatan perekonomian nasional karena mampu berkontribusi bagi negara dalam memberikan lowongan pekerjaan bagi  banyak orang.

          Beresonansi dengan semangat revolusi mental yang kembali digaungkan dengan lantang dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, sebagai bagian dari tujuan dari gerakan revolusi ini adalah untuk menciptakan masyarakat Indonesia bermental dengan kondisi mental yang akan mendorong Indonesia ke arah kemajuan, misalnya mengubah kondisi mental yang lebih mengedepankan inisiatif untuk menciptakan dari sebelumnya yang cendrung untuk memilih menunggu dalam hal pekerjaan.

          Menjadi seorang PNS memang merupakan salah satu jalan yang paling diketahui banyak  orang untuk mencapai penghidupan yang lebih baik dan pandangan itu sama sekali tidak salah, disamping status sosial yang dianggap cukup mapan  dalam lingkungan sosial atau lingkungan masyarakatnya karena  pandangan masyarakat yang menyematkan rasa hormat bagi mereka yang seorang PNS, terdapat keuntungan lain dengan  menjadi seorang PNS contoh sederhannya, mereka yang  berstatus PNS memiliki kemudahan pada saat melakukan peminjaman pad Bank.

Akan tetapi sangat disayangkan jika kemudian dengan pikiran sempit menganggap bahwa menjadi seorang PNS adalah cara yang paling berpeluang besar atau bahkan satu-satunya jalan mencapai kesejahteraan hidup.

          Adalah salah dan menimbulkan rasa prihatin jika di era milenia seperti sekarang ketika segala sudut di dunia ini dapat terhubung satu sama lain, di Indonesia masih banyak masyarakatnya yang terlalu terpaku pada impian menjadi seorang PNS tanpa mau dan mampu melihat akan begitu banyaknya peluang pada jalan lainnya yang menawarkan prospek kehidupan yang lebih baik.

           Memang meski menjadi seorang PNS bisa dikatakan merupakan pekerjaan yang mulia jika dilakukan penuh dedikasi, karena ia bisa dijadikan sebagai media untuk berbakti kepada negara tercinta. Namun hal yang demikian tetap saja tidak bisa mengubah rasa prihatin jika keterpakuan orang banyak untuk menjadi PNS justru akan menghalangi tumbuhnya inisiatif dan kreatifitas yang mejadi modal yang sangat berharga dalam membangun sebuah usaha di era persainganan ini. 

    Semoga ke depannya, banyak orang yang mulai meresapi makna revolusi mental dalam hal dunia kerja dan mengimplementasikannya, dan mampu melihat jika di zaman sekarang banyak jalan yang bisa dilalui untuk meraih kemakmuran hidup.

Post a Comment

Previous Post Next Post