Gambar di atas merupakan
salah satu inovasi Jepang di bidang robotika berupa robot humanoid yang
menyerupai seorang wanita. Bisa dibilang tidak ada negara yang melebihi negara
Jepang dalam hal keseriusan untuk mengembangkan teknologi robotika. Sejak
berakhirnya perang dunia ke dua dan menderita kekalahan, jepang lebih
memfokuskan untuk menciptakan inovasi-inovasi teknologi yang berguna untuk
kehidupan sehari-hari, salah satu bentuk inovasi tersebut adalah di bidang
robotika.
Saat banyak orang di
seluruh dunia khawatir dengan adanya robot akan semakin mengurangi peran
manusia dalam banyak sektor, masyarakat Jepang memiliki pandangan tersendiri
terhadap teknologi masa depan ini. Mereka tidak menganggap keberadaan robot
mengancam eksistensi dan peran manusia.
Sejarah
Perkembangan Robot Di Jepang
Tahu kah kamu, jika
cikal bakal teknologi robot di Jepang sudah ada sejak zaman Edo atau sekitar
abad ke 17 (1603-1867).
Edo sendiri merupakan sebuah boneka mekanik yang di ciptakan oleh para tukang
kayu. Pada saat itu sebagian besar dari mereka telah mampu menciptakan berbagai
alat yang dapat beroperasi sendiri secara otomatis untuk pekerjaan-pekerjaan
sederhana, seperti menuangkan teh, memanah, menulis dan pekerjaan sederhana
lainnya.
Memasuki tahun 1929,
baru lah teknologi robot yang lebih canggih muncul dengan terciptannya sebuah
robot yang diberi nama Gakutensoku yang diciptakan oleh Makoto
Nishimura, seorang ahli biologi di Osaka. Namun sayang 10 tahun kemudian robot
pertamaa ini hilang saat pameran di negara Jerman.
Di tahun 1973, teknologi robotika mulai benar-benar dikembangkan secara
serius di Jepang oleh Professor Ichiro Kato dan
berhasil menciptakan 2 robot humanoid yakni Walbot 1, disusul kemudian Walbot
2. Karena kepakarannya di bidang robotika, Professor Ichiro Kato dikenal
sebagai bapak robotika Jepang.
Jumlah Robot
Yang Ada Di Jepang
Tidak ada data yang
pasti sekarang berapa jumlah robot yang
ada di Jepang secara keseluruhan. Namun dapat dipastikan jumlah robot yang ada
di sana lebih banyak dibandingkan negara-negara lain. Menariknya, ada yang
mengatakan pada tahun 60-an dari seluruh populasi robot yang ada di dunia,
setengahnya berada di Jepang. Woow.
Peran
Robot Yang Semakin Luas Di Jepang
Ini adalah sesuatu yang
dikhawatirkan oleh banyak orang, yaitu ketika robot mengambil alih peran dari
manusia. Faktanya hal itu berlahan menunjukan menjadi kenyataan. Di Jepang
sendiri peran robot sudah merambah pada hal-hal halus atau pekerjaan yang
membutuhkan kecerdasan yang biasa dilakukan oleh manusia, seperti menjadi
pelayan di restoran, menjaga lansia bahkan di Jepang robot dapat dipekerjaka di
stasiun kereta api. Dan bukan tidak mungkin di masa depan robot dapat mengambil
alih peran seorang guru di sekolah.
Bersiaplah menyambut
masa depan, di mana akan banyak kita jumpai robot humanoid (robot yang
bentuknya menyerupai manusia). Bahkan
model robot canggih ini telah dikenalkan oleh Honda Company pada tahun 2000
yang di beri nama ASIMO,namun sayangnya program robot ASIMO yang terkenal itu di
matikan oleh pihak Honda.
Namun sejak
kemunculannya yang menarik banyak perhatian, kita telah banyak jenis robot
humanoid yang bermunculan, beberapa robot humanoid terkenal di antaranya, Actroid,
Evo, dan Qrio.
Meskipun sejak
berakhirnya perang dunia ke 2 Jepang lebih memfokuskan pada teknologi yang
inovatif untuk kehidupan sehari-hari masyarakat di sana, akhirnya Jepang
memutuskan untuk mengembangkan teknologi robot untuk sistem pertahannya.
Sebagai bentuk tindakan
menyikapi keadaan dunia saat in yang bisa terjadi perang dunia ke 3 kapaan
saja, dengan melihat ancaman serangan nuklir Korea Utara terhadap AS yang tentu
saja akan terjadi perang dunia ke 3 jika Korea Utara melakukan serangan
militer.
Terlebih lagi dua
negara besar China dan AS sedang berlomba-lomba mengukuhkan pengaruhnya di
kawasan Laut China Selatan. Sehingga kondisi ini semakin mendorong negara
Jepang untuk meningkatkan sistem pertahannya guna menjaga kepentingan
nasionalnya. Langkah ini ditunjukan dengan membangun kejasama bilateral di
bidang militer dengan India pada awal tahun 2018.
Kerjasama bilateral di
bidang militer ini lebih meniti beratkan pada pengembangan teknologi robot ke
dalam sistem pertahanan mereka untuk menghadapi kemungkina terburuk yakni
perang dunia ke 3.
Ambisi Jepang
Di Bidang Robotika
Jepang tiada henti
untuk terus berinovasi di bidang robotika, mereka memiliki ambisi yang sangat
besar untuk memimpin dunia sebagai negara terdepan dalm hal robotika. Salah
satu hal yang membuat populasi robot terus meningkat yang berbanding terbalik
dengan populasi masyarakat Jepang (angka kelahiran yang semkain menurun dalam
beebrapa tahun ini), di sana dibandingkan mendapatkan tenaga kerja asing,
mereka lebih memilih untuk menggunakan tenaga robot.
Kondisi inilah yang
menyebabkan Jepang menjadi negara dengan penggunaan tenaga robot terbanyak di dunia untuk
kegiatan industri mereka seperti produksi mobil. Dengan perbandingan 1.652
untuk setiap 10.000 tenaga kerja manusiaa, dan angka ini masih di atas
negara-negara lain yang juga banyak menggunakan tenaga robot untuk indusri
mereka, seperrti jerman dengan perbandingan 1.133/10.000 tenaga kerja manusia
dan As yang hanya 1.091/10.000.
Terlepas dari dampak
buruk yang akan ditimbulakn perkembangan teknologi robot, harus diakui negara
jepang merupakan salah satu negara terdepan dalam hal teknologi robot, dan Indonesia semestinya
harus belajar terhadap negara ini karena bagaimana pun juga perkembangan
teknologi masa depan ini merupakan bentuk keniscayaan. Baca juga sesuau yang harus kamu tahu tentang Jepang DI SINI>>>



Post a Comment