Ini Dia 10 Fakta Negara Israel Yang Jarang Di Ketahui





Sejak presiden RI pertama hingga era Bapak presiden Jokowi sekarang, Indonesia tercatat belum pernah memiiki hubungan diplomatis dengan negara Israel, berbeda dengan negara tetangganya yaitu Palestina yang memilihi hubungan yang sangat dekat dengan Indonesia. . Pada era Gus Dur, dengan pemikiran yang dianggap nyelenehnya, beliau pernah mencanangkan untuk membangun hubungan diplomatis dengan negara yang telah berkonflik dengn palestina sejak dulu ini, namun demikian wacan tersebut jelas saja tidak terlaksana karena begitu banyak pihak yang kontra dengan wacana Gus Gur tersebut. Kare menurut mereka bagaimana mungkin kita membangun hubungan diplomatis, sedangkan secara jelas Indonesia mengutuk dan menolak keras tindakan rezim Israel terhadap muslim Plestina dengan begitu kejam dan melampaui batas-batas kemanusiaan.


Namun pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas hubungan diplomatis Indonesia-Israil, karena semua judul artikel ini saya akan membahas berbagai fakata menarik tentang negara Israel ini yang jarang di ketahuai oleh banyak orang. Salah satu fakata tersebut di antaranya adalah, sebagi salah seorang keturunan Yahudi sang Ilmuwwan tersohor dunia yaitu Albert Einstein pernah diminta dan tawarkan posisi sebagai presiden dengan tanpa pemilu dan sebaginya, namun ia menolak dengan tegas dan sopan tawaran itu. Bagaimana selengkapnya, simak ulasan tentang 10 fakta negara Israel berikut:


1.Langsung Di Serang Setelah Satu Hari Berdirinya
             
           Tepat pada tanggal 14 Mei 1948 setelah PBB menetapkan pembagian wilayah bekas  jajahan Inggris, satu hari kemudian pada 15 Mei 1948 negara-negara arab yang menolak berdirinya negara Israel menyerang negara tersebut dengan serangan militer. Bukan tanpa alasan , ras Yahudi yang mendiami kawasan bekas jajahan Inggris di tanah Plaetina tersebut hanya 30% dari seluruh penduduk di sana, namun justru mendapat luas wilayah 55% sesuai mandate dari PBB. Hal ini lah yang kemudian melatar belakangi protes keras dari negara-negara arab serta negara  muslim lainnya yang pada akhirnya mengarah pada perang, yang kemudian dikenal sebagai konflik Arab-Israel.


2. Di Keroyok Negara-Negara Arab dan Menang Telak
            
  Perang antara negara-negara Arab dan Israel memakan waktu kurang lebih satu tahun. negara- negara arab yang menyerang negara Israel yang baru saja berdiri di antaranya: Mesir, Yordania, Irak, Yaman, Suriah dan yang lainnya. .
        
    Dengan perbandingan kekuatan ,militer yang kalah jauh dari negara-negara arab yang menyerangnya. Israel mampu memberikan perlawanan dan bahkan dapat memenangkan pernang telak, dan pada giliran selanjutnya kemenaanngnya ini membuat Israel memperluas wilkmmm, mayahnya melebihi ketentuan dari mandat PBB. Sehingga banyak pihak yang menyayangkan tindakan negara-negara arab yang menyerang Israel.

         Faktanya, meskipun pada saat itu negara Israel baru berusia 1 hari, akan tetapi mereka memiiki banyak tentara terlatih yang dulunya termasuk dalam satuan tentara Inggris saat negara britania itu masih berkuasa di tanah Palestina.


3. Menguasai Teknologi Nuklir Sejak Negara Itu Berdiri

Bukan sebuah fakta baru jika ras yahudi merupakan salah satu ras yang dianugerahi kecerdasaan dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Dengan melihatb kondisi ini, bukan tidak mungkin Israel telah menguasai teknologi nuklir sejak negar itu baru berdiri bahkan mungkin jauh sebelumnya. Berdasar suatu sumber, disebutkan jika Israel bisa saja menggunaakan Senjata bertenaga nuklir pada saat konflik dengan negara-negara arab sebagai opsi terakhir untuk memenangkan perang tersebut.


Sejak awal pengembangan teknologi nuklir di lakukan di Israel, mereka melakuaknnya secara diam-diam dan luput dari publik dunia. Baru d tahun 1978, melalui surat kabar The Sunday Times of London, dunia dibuat gempar oleh fakta jika Israel telah mengembangkan teknologi nuklir ini. Meski para ahli meyakini jika Israel telah mengembangkan teknologi nuklir sejak tahun 1960-an, namun besar kemungkinan ia telah menggunakan teknologi itu jauh sebelumnya, bahka sebelum konflik Arab-Israel pecah


4. Memiliki Program 18 Tahun Wajib Belajar

Saat di Indonesia program WAJAR (Wajib Belajarnya) hanya 12  tahun dan itu pun diakui masih belum berjalan secara maksimal, negara Israel merepakan program belajar sampai 18 tahun dan menjadikannya salah negara dengan prospek belajar tertinggi di dunia dan dapat disejajarkan dengan negara Jepang.

Dengan sistem pendidikannya yang demikian tidak mengherankan jika kemudain angka melek huruf di Israel tergolong sangat tinggi. Dalam sistem pendidikan negara Israel, setiap,anak mulai mendapat pendidikan sejak usia 3 tahun. Dengan begitu seriusnya pemeritahan mereka, wajar saja jika Israael menjadi seperti sekarang ini.


5. Wajib Militer Tanpa Melihat Gender


Sama seperti negara-negara lainnya yang menerapkan peraturan wajib militer untuk para warga negaranya sebagi bentuk bela negara, Israel juga menepakan peraturan demikian untuk semakin mendukung kepentingan nasionalnya. Bedanya, tidak seperti negara korea maupun negara lainnya yang menerapkan wajib militer yang hanya untuk penduduk bergender pria yang sudah dewasa, di Israel tidak hanya pria dewasa akan tetapi wanita pun jika sudah mencapai usia yang sudah ditetapkan maka wajib mengikuti program wajib milter.

Wajib militer mulai diberlakuan bagi setiap warga negara Israel yang sudah mencapai usia sekitar 20 tahun dan akan menjalankan program tersebut selama 2 tahun lamanya.


6.Menjadikan Bahasa Arab Sebagai Bahasa Resmi Kedua Setelah Bahasa Ibrani

Sebagaimana yang kita tahu jika bahasa Ibrani merupakan bahasa resmi di negara Israel, tapi tahukah kamu jika bahasa arab ternyata merupakan bahasa resmi kedua yang di gunakan di sana. Bahkan sejak tahun 2007 sebagai bentuk keseriusan pemerintah Isrel dalam mempelajari bahasa ini, telah didirikan semacam akademi yang tujuan utamanya untuk memepelajari bahasa arab dimulai dari sejarah, pelafalan hingga gramatika di dalamnya serta segala hal yang berkaitan dengan bahasa arab, dan akademi ini pertama kali diketua  oleh Prof. Mahmoud Ghanayem.
Namun sayangnya barau-baru pemerintah Israel secara resmi melalui undang-undang negara tersebut, mencabut status bahasa arab sebagai bahasa resmi di negara tersebut.


7. Terdapat Muslim Dalam Satuan IDF

Apa yang tergambarkan dari tindakan yang dilakukan oleh para tenta Israel atas muslim palestina, adalah brutal, bengis, kejam dan tidak berkepri-manusiaan. Dan kita semua juga beranggapan jika tidak mungkin di antara para tentara tersebut yang beragama Islam alias semua tentara itu adalah Yahudi atau Nasrani, jika sesama muslim maka tidak akan sampai hati mereka melakukan tindakan biadab tersebut.

Namun ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar loh, karena percaya tidak percaya, faktanya di dalam IDF atau tentara Israel tersebut ternyata terdapat orang muslim. Mereka adalah warga negara Israel, lahir dan besar di sana tapi mereka merupakan keturunan Arab. Meski pun jumlahnya sedikit, akan tetapi 10 tahun belakangan ini jumlah muslim dalam IDF semakin bertambah.

Dan meskipun mereka lebih ditempatkan bukan pada bagian garda terdepan dalam pertempuran, melainkan lebih banyak di tugaskan di bagian logistik dan tempat yang jauh dari pertempuran secara langsung, akan tetapi ada juga tentara muslim dalam IDF yang berada di garis depan pertempuran.

Mereka mengaku melakukan hal demikain karena dorongan untuk membela tanah iar mereka yaitu Israel sebagai tumpah darah mereka. Bagaimana pun juga sebagai sesame muslim mereka mengaku tak luput dari rasa simpati terhadap penduduk Palestina sesame muslim, akan tetapi rasa nasionalisme mereka lebih besar.



8. Terdapat Sekte Yahudi Yang Mendukung Pembebasan Negara Palestina

Sejak berakhirnya konflik Arab-Israel yang di menangkan oleh pihak Israel, upaya perluasan yang dilakukan oleh pihak Israel terus dilakukan hingga menyaplok tanah milik Palestina. Tindakan brutal dan kekerasan yang dilakukan oleh Israael atas Palestina terus berlangsung dengan tujuan untuk mengusir penduduk palestina  dari negerinya sendiri. Entah sudah berapa kali serngan atau agresi militer yang dilakukan oleh pihak Israel.

Konflik Israel dan Palestina telah  berlangsung lama dan berlarut-larut, begitu banyak negara yang mengecam tindakan agresif  Israel tidak terkecuali Indonesia, meski begitu terdapat pula negara yang mendukunhg tindakan yang dilakukan Israel. Sudah sejak lama, upaya penyelesaian konflik di antara dua negara tersebut namun sayangnya hingga kini seolah sia-sia belaka, dan perkembangan terakhir yang menjadi sorotan kita semua adalah penguakuan sepihak yerusalem sebagai ibu kota Israel.


Namun ternyata selain pihak kontra yang berasal dari  luar Israel, terdapat pihak kontra dari dalam negara Israel itu sendiri. Pihak tersebut adalah sekte Yahudi tertua yang ada di sana. Neturei Karta, merupakan sekte yahudi yang mendukung pembebasan negeri Palestina, dan menolak keras tindakan pendudukan yang dilakukan Israel. Mereka menyakini, belum saatnya bagi bangsa Israel menguasai tanah yang dijanjikan sebelum sang Messiah datang. Mereka mengharapkan agar mengembalikan kembali tanah yang Israel jarah dari Palsetina.


9. Pernah Menerapkan Sanksi Keras Bagi Penghina Nabi Muhammad Saw.

Fakta yang satu ini  menjadi salah satu fakta yang menarik, bagaimana jika kesan permusuhan antara Yahudi dan Islam telah  mengkristal sejak dahulu kala. Meski begitu, harus kita akui jika Israel bukan merupakan negara sekuler apalagi fakta ini semakin didukung bahwa pendirian negara ini berdasarkan keyakinan agama mereka, Yahudi. Israel pernah menunjukan bagaiman hidup beragama secara positif dengan merapkan atauran berupa sanksi bagi siapaa pun yang menghina nabi Muhammad Saw yang notabene nabi umat Islam.

Pemberlakukan peraturaan tersebut pernah diterapkan pada tahun 1997, pada saat itu didapati seorang yahudi yang menghina nabi Muhammad Saw dan oleh pengadilan Israel yahudi tersebut diberikan hukuman tegas sebagai pelaku penitaan terhdap agama.


10. Negara Yang Berdiri Atas dasar Doktrin Agama (Yahudi)
Sebagaimana disebutkan pada poin ke 9 di atas, bahwa dorongan bangsa yahudi untuk mendirikan negara Israel adalah berdasarkan keyakinan agama mereka. Yahudi merupakan sebuah nama yang bisa merujuka pada dua makna sekaligus. Pertama, ia merupakan nama yang digunakan untuk merujuk suatu rasa atau keturunan, dan yang kedua ia merupakan nama yang digunakan untuk merujuk pad agama yaitu agama yahudi.

Agama yahudi sebagaimana yang mereka yakini merupakan ajaran dari nabi musa yang dikhususkan hanya untuk bangsa Yahudi, jadi agama ini bersifat eksklusif. Dalam ajaran tersebut disebutkan jika mereka akan mendapatkan tanah yang dijanjikan yang letaknya kita berada diantara negara Israel dan Palestina. Mereka meyakini sebelum sang Messiah turun ke bumi mereka harus lebih dulu mendirikan negara Israel, itulah sebabnya mengapa mereka berusaha sangat keras untuk menguasai seluruh tanaah Palestina, agar kejayan bangsa Israel sebagimana yang mereka yakini, akan segera tiba dan hal tersebut ditandai dengan turunnya sang messiah penyelamat bangsa yahudi dan membawa mereka ke puncak kejayaan.


Demikian 10 fakta tentang negara Israel yang jarang diketahui orang,baca juga fakta-fakta berkaitan dengan negara Israel lainnya DI SINI>>>

Post a Comment

Previous Post Next Post