Apa itu PBB
PBB atau kepanjangannya perserikatan bangsa-bangsa yang dalam bahasa inggrisnya United Nationals, adalah organisasi international yang sampai saat ini jumlah keanggotaanya mencapai 193 negara.Indonesia sendiri dalam sejarah keanggoataannya,pernah memutuskan keluar dari keanggotaan PBB pada masa Pemerintahan Soekarno sebelum akhirnya menjadi anggota kembali di tahun 1965 pada masa orde baru. Tujuan dari organisasi ini adalah untuk mendorong kerja sama internasional antar bangsa-bangsa
yang meliputi pemeliharaan serta menciptakan perdamaian, kerja sama ekonomi, budaya, sosial, lingkungan, dan kemanusiaan dengan menjunjung tinggi HAM dalam pelaksanaannya. Organisais PBB memiliki lima badab utama yang meliputi;1.Majelis Umum (Dewan Musyawarah Utama);2.Dewan Keamanan;3Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC;4.Sekretariat;5.Mahkamah Internasional (Badan Yudisial Utama);6.Dewan Perwalian. Semua lembaga ini terletak di markas besar PBB yang berkedudukan di Manhattan,New York City, USA sebagai daerah Internasional,kecuali badan utama PBB Mahkamah Internasional yang terletak di Den Haag, Belanda. Dan perlu diketahui jika terdapat 6 bahasa resmi yang digunakan dalam PBB meliputi bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Cina, Arab dan bahasa Rusia.
Awal Berdiri
pada tahun 1914 meletus perang dunia pertama yang menyeret banyak negara mulai dari kerajaan ottoman Turki hingga Inggris..Perang dunia pertama ini berakhir pada tahun 1918 dengan ditanda tanganinya perjanjian Versailles, dan seiring dengan masa perang pada saaat itu maka berdirilah LBB (Liga Bangsa-Bangsa) sebagai bentuk nyata akan trauma masyarkat dunia terhadap kengerian tragedi kemanusiaan yang telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar. LBB yang didirikan tahun 1919 yang bertujuan menjaga perdamaian agar tidak terjadi perang sebagai mana yang telah terjadi, dalam perjalannya terbukti tidak efektif karena beberapa faktor di antaranya, organisai ini dijadikan sebagai alat negara-negara besar untuk mendapatkan keuntungan negaranya sendiri sehingga Perang dunia ke dua tidak dapat di bendung lagi, dan menciptakan tragedi kemanusiaan yang lebih parah dari perang dunia pertama. Setelah perang dunia kedua berakhir pada tahun 1945 dengan kemenangan dua negara adidaya yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet, pada tahun yang sama didirikan organisasi internasional menggantikan LBB dengan menjadikan perang dunia kedua sebagai pelajaran agar tidak terjadi lagi di masa depan.
Istilah United Nationals dipercaya pertama kali digunakan pleh Presiden AS ke 45, Franklin D.Roosevlt untuk menggambarkan negara-negara sekutu, akan tetapi secara resmi istilah United Nationals pertama kali digunakan dalam perjanjian Piagam Atlantik pada 1 Januari 1942 dan menjadi cikal bakal berdirinya PBB yang ditanda tangani oleh 26 negara yang sepakat untuk menghentikan usaha perang. Ada pun isi dari Piagam Atlantik itu sendiri meliputi empat poin yang diantaranya; (1) Tidak dibenarkan adanya usaha perluasan wilayah, (2) Setiap bangsa berhak untuk menentukan usahnya sendiri, (3) Setiap bangsa punya hak untuk turut serta dalam perdagangan dunia, dan (4) perdamaian dunia harus diciptakan agar setiap bangsa hidup bebas dari rasa takut dan kemiskinan.
Selanjutnya, sebagai tindak lanjut dari Piagam Atlatik, pada 25 April 1945 diadakan konferensi PBB tentang Orgnaisasi Internasional yang dihadiri oleh 50 pemerintahan negara di San Francisco, sekaligus organisasi lainnya yang non-pemerintahan yang turut terlibat dalam penyusunan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (Declaration of the United National). Kemudian, PBB secara resmi terbentuk beberapa bulan setelah konferensi tersebut atau lebih tepatnya pada 24 Oktober 1945 dengan ditandai pemberian ratifikasi atas piagam oleh lima negara sekaligus sebagai anggota tetap Dewan Keamanan yaitu Prancis, Republik Tiongok, Uni Soviet, Inggris dan Amerika Serikat serta 46 negara yang lainnya. Pada awalnya, pasca perang dunia kedua negara prancis tidak diikut sertakan dalam konferensi pembentukan PBB karena Komite Perdamaian Prancis terlambat diakui oleh Amerika Serikat.
Sejarah mencacat pada januari 1946 menjadi sidang umum pertama yang diadakan oleh PBB yang pada saaat itu dihadiri oleh 51 perwakilan negara dan dilaksanakan di Westminster Central Hall,London.Pada awal berdirinya sebelum gedung markas besar PBB dibangun di Manhattan,organisasi ini untuk sementara waktu menggunakan bangunan milik suatu korporasi di New York hingga kemudian pada tahun 1952. Pindah ke Manhatttan, New York City.
.
Kritik-Kritik Terhadap PBB
Pada kenyataannya United nationals atau PBB sebagai wadah untuk memelihara sekaligus menciptakan perdamaaian dunia tidak dapat berbuat banyak saat Amerika Serikat dan Uni Soviet yang notabene dua negara anggoa Dewan Keamanan PBB menciptakan perang dingin yang berlangsung dari 1946-1991 dan berimbas terhadap negara-negara lainnya. Namun pada tahun 2001, PBB meraih nobel perdamaian atas upaya-upayanya dalam menciptakan perdamaian di daerah-daerah konflik. Namun bukan berarti organisasi ini terbebas dari penilaian-penilaian negatif dari berbagai pihak, kendati secara umum organisasi ini dianggap sebagai wadah untuk menciptakan perdamaian dunia, dalam waktu yang bersamaan organisai ini pun dianggap sebagai wadah yang tidak jauh berbeda dari pendahulunya yaitu LBB. Beberapa pihak menilai jika PBB tidak efektif, korup serta penuh konspirasi. Di negeri paman Sam sendiri, sejak berdirinya PBB mendapat kritik dari organisasi lain, John Birch Society yang pada tahun 1959 mengkampanyekan agar As keluar dari keanggotaan PBB karena mereka menganggap jika tujuan PBB yang sebenanya adalah untuk meniptakan "One World Government" atau Pemerintah Seluruh Dunia. Sedangkan di Prancis, Charles de Gaulle (pemimpin perlawanan Prancis) menganggap jika aliansi antar bangsa melalui PBB tidak mampu menjaga perdamaian dunia, dia menyindir PBB dengan istilah Le Machin yang dalam bahasa Indonesia bermakan “Si Itu”. Terlebih lagi pada tahun 1970-an terdapat buku yang ditulis oleh seorang cendikiawan muslim yakni Professor.Dr.Syekh Ali Jarisah Dosen Universitas Madinah yang mengungkap bahwa sebagaian besar organisasi PBB diisi oleh orang-orang yahudi yang sentiment terhadap kalangan muslim, dan barang kali ini yang menjadi alasan jika ada konflik yang menimpa negara muslim, PBB cendrung terkesan setengah hati dalam mengupayakan penyelesaiannya, berbeda jika yang tertimpa masalah negara lain selain negara muslim. Kita bisa lihat bagaimana PBB dengan mudahnya memberikan pengakuan atas negara Israil dengan begitu mudahnya yang secara jelas dapat menimbulkan masalah, dan ini terbukti dimana sampai saat ini konflik Palsetina-Israil sampai hari ini belum terselesaikan.

Post a Comment