Pancasila
adalah dasar dari semua ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia serta menjadi
rambu-rambu bagi warganya dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara
dengan kata lain setiap undang-undang dan peraturan yang ada harus sejalan
dengan apa yang tercantum dalam
pancasila serta merupakan tafsir yang kemudian menjadi sumber hukum sekunder
dari pada pancasila itu sendiri. Pancasila pada hakikatnya terbentuk dari
kepribadian yang ada di Indonesia yang di refleksikan dalam bentuk piagam.
Dalam Pancasila dengan jelas isinya menegskan tidak mengedepankan ego atau kepentingan
kelompok tertentu dan ini adalah bukti dalam bentuk konkret bahwa keberagaman dijunjung
tinggi di tanah nusantara ini tanpa membedakan suku,agama,ras atau kelompok
karena sejarah Indonesia tumbuh dengan kesadaran kebhinekaan ini.
Dewasa ini keutuhan Indonesia sebagai negara kesatuan yang berlandaskan Pancasila telah banyak digerogoti oleh ideologi-ideologi serta paham yang mengancam eksistensi falsafah hidup bangsa. Ideologi-ideologi yang bersebrangan dan bahkan menentang telah banyak bermunculan yang serupa wabah penyakit yang keberadaannya terkadang sukar untuk terdeteksi karena begitu terorganisirnya pergerakan organisasi yang berpaham radikal ini dan tak jarang tindakan pemberantasan yang dilakukan pemerintah terkesan terlambat terhadap suatu kelompok yang telah terjangkit virus dari wabah membahayakan terhadap kestabilan bangsa dan negara Indonesia dimana organisasi tersebut terlanjur telah banyak memiliki simpatisan yang menyebar di seluruh daerah Indonesia. Sebaliknya dengan alibi Indonesia adalah negara hukum,mereka melakukan pembelaan melalui jalur hukum atas nama HAM yang dijamin perlindungan oleh negara sebagai mana konstitusi telah mengaturnya namun harus ditekan pula bahwa setiap serikat atau kelompok yang terbentuk di atas di negara kesatuan Indonesia harus sejalan dengan Pancasila serta UUD 1945 dan ini tidak bisa ditawar serta tidak boleh tidak.
Terkait dengan
keadaan ini, bertepatan pada tanggal 01 juni 2017 segenap bangsa Indonesia
memperingati hari lahirnya Pancasila berdasarkan kepres nomor 24 tahun 2016 dan ini menjadi momentum untuk semakin
meningkatkan kesadaran akan pentingnya wawasan mendalam tentang isi di dalamnya
untuk kemudian mengamalkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
sehari-hari yang menjadi bagian dari
upaya menghindar dari segala bentuk paham
radikalisme,anti pancasila dan anti UUD 1945 yang sedang berkembang di
masyaraat luas. Pancasila sebagai ruh dari NKRI yang merupakan nilai-nilai yang
digali dari sosio-budaya segenap manusia nusantara benar-benar harus
dipertahankan dengan harga mati karena mengubah Pancasila sebagai falsafah
hidup bangsa dengan sesuatu yang lain itu sama saja bermakna mengubah serta
menyangkal akan jati diri bangsa, menyangkal kenyataan akan keberagaman yang
ada dan menyangkal nilai serta norma yang tumbuh dan berkembang dalam
sosio-budaya masyarakat kita . Paham-paham dalam kelompok atau serikat yang
berasal dari luar memiliki karakteristik yang berbeda dengan keadaan
sosio-budaya masyarakat kita yang tidak menjamin akan lebih membawa
kemaslahatan bersama jika diterapkan di atas tanah nusantara sebaliknya itu
justru berpotensi menjadi pemecah NKRI. Adapun masalah serta kebobrokan bangsa
yang terjadi selama ini seperti KKN dan sebagainya semata-mata bukanla celah
yang di timbulkan dari kelemahan pancasila karena hal demikian niscaya tidak
akan pernah terjadi jika berlandaskan Pancasila.
Peringatan
hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada hari kamis bertepatan dengan bulan
puasa tanggal 6 Ramadhan 1438 hijriyah
merupakan momen yang langka sekaligus merupakan berkah yang menandakan
kebangsaan Indonesia tak jauh dari ke-islaman. Dengan semangat bulan suci sudah
sepatutnya kita selaku muslim serta manusia Indonesia menebarkan pesan
persaudaraan keseluruh masyarakat Indonesia dalam bingkai ukhuwah watoniyyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air) sebagai
implementasi dari makna sesungguhnya
islam yang rahmatan lil alamin dengan demikian maka Ramadhan sebagai
bulan amal juga harus memperhatiakan suatu amal yang memiliki pengaruh luas
seperti masalah kemaslahatan seluruh warga negara dengan senantiasa menjaga ukhuwah watoniyyah dengan tetap
memelihara toleransi dan solidaritas yang tak terbatas pada identitas agama
maupun suku. Ibadah puasa yang sejatinya adalah rangkain proses seorang
individu untuk bertingkah laku serta bersikap arif harus bisa menjadi media
yang singkron dengan makna peringatan hari lahirnya pancasila karena pada
dasarnya ajaran yang terkandung dalam pancasila tidak bertentangan dengan
ajaran agama islam yang notabenya sebagai agama terbesar di Indonesia yang
harus hadir untuk mengayomi yang minoritas. Peringatan hari lahirnya Pancasila
adalah upaya meningkatkan kesadaran akan jati diri bangsa yang menghadapi
tantangan jaman di mana cikal bakal paham radikal semakin tumbuh subur dan menyebar dengan
cepat karena ditopang oleh kemajuan teknologi di bidang informatika dan
tantangan-tantangan yang lainnya.
Pancasila
merupakan piagam yang terlahir dari proses panjang yang mengkristalkan
cita-cita kolektif di masa yang akan datang dan juga berisi fakta-fakta yang
ada di Indonesia maka dari itu marilah kita memahami hakikat Pancasila dan
mengamalkan nilai-nilainya karena ke lima point yang tercantum di dalamnya
merupakan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang berasal dari
kita,oleh kita dan untuk kita semua. Perlu adanya sosialisasi yang terfokus
untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya wawasan Pancasila bagi setiap
warga negara sebagaimana yang di
sampaikan Presiden Jokowi dalam pidatonya bahwa kita semua harus bahu-membahu
menjaga serta memelihara pancasila dari segala ancaman radikalisme.
“Saya mengajak peran aktif para
ulama, ustad, pendeta, biksu, pedanda, pendidik, budayawan, pelaku seni,pelaku
media,TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk brsama-sama menjaga
Pancasila pemahaman dan pengamalan
pancasila harus tetap ditingkatkan”ucap Presiden Jokowi dalam upacara
memperingati hari lahirnya Pancaila (01/05/2017).
Artikel ini telah dimuat pada harian Rakyat Cirebon edisi Selasa, 6 Juni 2017 dengan judul "Semangat Bulan Suci untuk Menegakan Pancasila di Era Modern"
Artikel ini telah dimuat pada harian Rakyat Cirebon edisi Selasa, 6 Juni 2017 dengan judul "Semangat Bulan Suci untuk Menegakan Pancasila di Era Modern"


Post a Comment