LadyBoy merupakan sebutan atau status yang diberikan kepada
kelompok atau individu transgender di negara Thailand. Fenomena LadyBoy di
negeri gajah
putih ini telah lama terkenal dan tersohor ke seluruh dunia, dan
menariknya LadyBoy menjadi citra yang melekat pada negara Thailand.
Berbeda dengan Indonesia yang masih menganggap tabu Sesutu yang
berkaitan dengan orientasi sex atau kelamin, kondisi ini berbeda dengan
masyarakat Thailand,bahkan masyarakat di sana yang notabene masih termasuk dalam
kawasan dengan budaya ketimuran sangat terbuka dalam hal ini, bahkan lebih
terbuka dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika yang terkenal
liberal.
Untuk mengulas lebih jauh tentang fenomena LadyBoy di negara
Thailand, berikut saya sajikan 12 fakta LadyBoy Di Negeri gajah Putih:
1.
Jumlahnya Yang Begitu Melimpah
Negara Thailand merupakan negara dengan jumlah transgender yang
begitu melimpah,saat kamu berkunjung ke Thailand pasti kamu akan menjumpai
mereka karena mereka tersebar dan berlalu lalang di tempat-tempat umum, seperti
jalan-jalan, pasar, toko dan tempat-tempat umum lainnya.
Meskipun tidak jelas berapa jumlah sebenarnya para LadyBoy ini
dari keseluruhan jumlah penduduk Thailand yang mencapai angka 69.037.513 jiwa
(sensus pendudk tahun 2018), namum dapat dipastikan jika di
seluruh sekolah selalu terdapat minimal satu LadyBoy di seiap kelasnya, jadi
bisa kamu bayangkan dengan begitu berarti terdapat 30 laki-laki yang menyerupai
wanita atau LadyBoy di sekolah dengan jumlah kelas mencapai 30 kelas. Ini baru
angka minimal loh.
2.
Banyak Yang Terjerumus Ke Dalam
prostitusi
Sudah sejak lama,Thailand dikenal sebagai salah satu dengan industri
postitusi terbesar di dunia. Setiap tahunnya industri ini memberikan pemasukan
sebesar $4 milyar atau setara 53 triliun dalam rupiah.
Dengan kondisi dunia hiburan malam di Thailand yang melimpah dan
memberikan peluang lebar bagi para PSK, akhrinya banyak juga dari para LadyBoy
yang memiliki paras cantik dan seksi terjerumus dalam dunia yang kotor ini.
Kebanyakan dari mereka yang memiliki PSK lebih disebabkan karena
tuntuan ekonomi dan juga sebagai tempat pelarian bagi meraka yang mengalami
penolakan oleh keluarga mereka sendiri.
3.
Di Jadikan Daya Tarik Wisatawan
Salah satu hal yang menarik dari negara Thailand dalam masalah
transgender, pemerintah di sana melihat ini sesuatu yang berpotensi untuk
menarik lebih banyak para wisatawan untuk berkunjung ke negara ini, khususnya
para wisatawan asing.
Salah satu bentuk pemberdayaan masyarkat kelas dua ini,di sana setiap tahunnya di
selenggarakan festival LadyBoy yangselalu ramai dihadiri para wisatawan asing,
selain itu juga terdapat kabaret yang para pemerannya khususnya dari kalangan
LadyBoy.
4.
Terdapat Ajang Kecantikan Khusus
LadyBoy
Eksisntensi mereka cukup diakui di sana, buktinya terdapat ajang
kecantikan untuk para “waria”ini yang tentu saja diikutioleh mereka yang
memiliki paras cantik yang tak kalah cantik dengan bintang film di sana. Nong
Poy merupakan ikon transgender Thailnad yang memiliki paras cantik dan jebolan
dari ajang kecantikan ini.
Di jamin kalo kamu melihat untuk pertama kalinya, kamu ngga bakalan nyangka kalo Nong Poy ini ternyata sebenarnya laki-laki.
5.
Masyarakat Di Sana Mentolelirnya
Mungkin kita bertanya-tanya mengapa masyarakt di sana terlihat
seolah tidak mempermasalahkan penyimpangan orientasi seksual ini. Ternyata hal
ini disebabkan oleh pandangan kepercayaan masayarakat di san, yang 80%
masyarakatnya beragama Budha.
Dalam ajaran Budha yang di yakini di sana, LadyBoy atau disebutnya
kathoey (bahasa
Khmer) yang bermakna anak laki-laki yang juga perempuan. Merupaka karma buruk
yang harus mereka jalani di kehidupan ini atas dosa mereka di kehidupan
sebelumnya.
Namun meskipun begitu, upaya memberikan pencerahan oleh tokoh
agama di sana agar mereka kembaali ke indentitas mereka sebenarnya sebagi
laki-laki tetap di lakukan, misalnya menawarkan kepada orang tua mereka agar
anak di sekolah di sekolah khususnya untuk menyembuhkan kelainan seksual anak.
Dan tidak semua masyarakt Thailand bersikap toleran terhadap
mereka, karena banyak juga yang melakukan tindakan diskriminatif
6.
Profesi Yang Di Jalani LadyBoy
Sebagai masyarakat kelas dua, tak mengherankan jika kondisi ini
membuat mereka sedikit sulit dalam mencari kerja berbeda dengan selayaknya
masyarakat pada umumnya, apalagi tidak semua orang di sana toleran terhadap
Ladyboy ini.
Kebanyakan dari meraka mungkin berkerja sebagi stylis, make up
artis, dan juga berkerja di kabaret yang dikhususuny bagi mereka, namun jangan
salah loh, ternyata ada juga LadyBoy yang berparas cantik yang menjadi
Pramugari di sana.
7.
Dilibatkan Dalam Wajib Militer
Seperti juga negara korea, di Thailand ternyata terdapat wajib
militer bagi masyarkatnya. Setiap warga negara yang kelamin laki-laki yang
telah mencapai usia 21 tahun diwajibkan mengikuti tes wajib militer. Dan karena
negara Thailand memandang jika para transgender ini tetap lah laki-laki sebagi
mana kondisi saat mereka lahir, maka mereka di wajibkan untuk mengikuti
kewajiban tersebut.
Uniknya, tidak semua laki-laki berusia 21 di Thailand akan
mengikuti wamil karena cara menentukan siapa yang akan mengikuti program ini
adalah dengan cara undian. Jikaa para Ladyboy ini yang terpilih, maka akan ada prosedur lebih lanjut mengingat kondisi mereka yang menyimpang secara orientasi
seksual.
8.
Bertebarannya Toko atau Apotik
Penjual Obat-Obatan Hormon
Melihat pertumbuhan
dari jumlah transgender yang terus meningkat, membuat para pelaku bisnis
menjadikan hal tersebut lading bisnis bagi mereka. Sehingga menjamurlah
apotik-apotik yang dengn bebas menjual obat-obtn hormone tanpa resep dari
dokter atau ahli.
Para LadyBoy
ini kebanyakan, tanpa diketahui oleh orang tuanya , mereka membeli dan
mengkonsumsi obat-obatan hormon agar terlihat lebih feminism sejak usia sekitar 13-15 tahun.
9.
Murahnya Tarif Operasi Kelamin
Selain begitu mudahnya mendapatkan
obat-obatan hormon, di sana juga banyak terdapat tempat untuk melakukan operasi
kelamin, juga operasi payudara serta tindakan operasi pada bagian lainnya agat
terlihat menarik dengan harga 400 Juta dengan tenaga medis profesional.
Harga ini terlaampau jauh lebih murah jika
dibandingkan dengan biaya operasi di Amerika Serikat yang mencapai 1 Milyar.
Hal ini juga lah yang membuat banyak bule-bule yang berbondong-bondog datang ke
Thailand untuk melakukn operasi transpormasi kelamin.
10. Berpenampilan Lebih cantik Dan
Lebih Feminim Daripada Wanita Tulen
Harus diakui
memang jika kaum transgender di Thailand memiliki penampilan yang lebih
feminimdan menarik jika dibandingkan dengan para transgender dari negara-negara
lain. Kamu pun pasti akan susah membedakan mana perempuan asli Thailand dan mana
yang bukan.
Hal inilah yang kemudian menjadikan
Thailand terkenal sebagai surganya para waria. Bahkan banyak dari mereka yang
memiliki paras lebih cantik daripada para bintang film di sana. `` ``

Post a Comment