.Said Aqil Siraj berada di
peringkat ke 20 dibawah Presiden jokowi yang beradadi peringkat ke 13 sedangkan
Din Syamsudin dan Habib Luthfi bin Yahya berada di peringkat ke 41dan 45. Sebagai
ketua salah satu organisasi masyarakat (ormas)
dalam keagamaan terbesar di tanah air namanya telah di kenal banyak
orang terlebih di kalangan warga nahdliyin.KH.Said Aqil Siraj atau yang biasa
di panggil kang said ini mulai menjabat sebagai ketua tahfidziyah PBNU yang
sebelumnya di pegang oleh KH.Hasyim Muzadi sejak 2010 sampai 2015 di periode
pertama melalui muktamar ke 32 NU di Asrama Haji Sudiang,Makasar,Sulawesi
Selatan dan kembali menjabat pada posisi yang sama untuk periode ke dua
(2015-2020) berdasarkan hasil muktamar ke 33 di Jombang setelah unggul dari
kandidat lainnya seperti As’ad said Ali yang hanya memperoleh 107 suara dan
salahudin wahid yang hanya memperoleh 10 suara.
Dalam bidang keilmuan beliau
tidak di ragukan lagi kepakarannya,beliau disegani tidak hanya di dalam negeri
melainkan sampai dikalangan muslim dunia bahkan Gus Dur menjulukinya sebagai
perpustakaan berjalan karena keluasan pengetahuannya tersebut.Tokoh yang juga
merupakan seorang ayah dari 4 orang anak (Muhamad Said Aqil,Nisrin said
Aqil,Rihab Said Aqil dan aqil said Aqil) ini telah menempuh banyak pendidikan
agama di mulai dari pondok pesantren tarbiyatul Mubtadi’in kempek cirebon di
bawah asuhan ayahandanya sendiri,pondok pesantren Hidayatul Mubtadi’in Kediri
dan beliau juga menempuh pendidikan agama di pondok pesantren Al-Munawir
Krapyak Yogyakarta dan menyelesaikan S1 jurusan Ushuluddin dan Dakwah di
Universitas King Abdul Aziz Arab Saudi,S2 jurusanPerbandingan agama di
Universitas Ummu Al-Qura Arab Saudi dan
S3 jurusan Aqidah/Filsafat Islam di Universitas Ummu Al-Qura Arab Saudi dan hal
yang menariknya adalah meskipun belajar di tempat yang notabenya faham
nasionalnya wahabi namun justru beliau sedikit pun tidak terkontaminasi oleh
doktrin-doktrin wahabi malah karena hal itu KH.Said Aqil Siraj menjadi semakin
faham seluk beluk dari pola dan gerakan wahabinisme.Dalam kegiatan professional
track recordnya dari dilihat dimulai saat beliau termasuk dalam Tim ahli bahasa
Indonesia kabar harian Al-Nadwah mekkah (1991) sampai dengan menjadi ketum PBNU
seperti sekarang.
Sebagaimana seperti
pendahulunya yakni Gus Dur,KH.Said Aqil Siraj juga seringkali melontarkan
statmen-statmen kontroversi yang tak jarang menimbulkan reaksi keras dari
berbagai kalangan terutama di dalam organisasi tempatnya berjuang namun
demikian beliau tetap tidak bergeming jika memang itu adalah suatu kebenaran
maka akan tetap maju menerjang,pernyataan-pernyataannya memang sering
menimbulkan perdebatan namun setelah beliau mengeluarkan klarifikasi baru
kemudian banyak kalangan sadar betapa
dalamnya makna dari setiap perkataannya yang jika tidak dicermati dengan benar
akan menimbulkan rasa geram.Gagasannya tentang islam nusantara yang menimbulkan
banyak reaksi dari kalangan NU itu sendiri
menjadi perbincangan hangat hingga sekarang namun berkat gagasannya
tersebut membuatnya menjadi sorotan dunia islam bahkan ia sempat di undang
untuk berceramah di Al-Azhar Kairo Mesir karena tertarik dengan gagasan islam nusantara yang diusungnya dan
rencananya ia dalam waktu dekat akan di undang kembali seperti yang beliau
katakana dalam wawancara di Metro dalam suatu acara.
Namun demikian sebagai mana
juga Gus Dur semasa hidupnya yang selalu diserang dengan fitnah dari orang-orang yang tidak suka
dengannya,telah banyak tuduhan dan fitnahan yang disasarkan pada ketua umum
PBNU ini dimulai dari tuduhan yang mengatakan bahwa beliau adalah
syiah,kafir,liberal bahkan sampai dengan tuduhan yang terhadap beliau terkait
makelar sebidang tanah dengan luas 1,8 hektar di malang jawa timur.Cacian,celaan
dan uapaya untuk menyudutkan telah banyak ia terima baik melalui media cetak
maupun media sosial namun beliau tetap mantap bahwa cacian dan celaan mereka
tidak menjadikan kualitasnya berkurang dan beliau baru akan merasa takut dan
khawatir jika orang yang mengkritinya adalah kyai sepuh yang beliau sangat
hormati misalnya seperti Mbah Maimun Zubair.
Pandangan beliau tentang
islam moderat yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama membuatnya
tidak hanya dikenal luas oleh lapisan masyarakat di kalangan muslim namun juga
di kalangan masyarakat non-muslim.Beliau memiliki pengaruh yang sangat luar
biasa maka tak heran jika suatu riset yang di lakukan oleh Royal Islamic
Strategic Center yang berkedudukan di Amman,Jordan memasukannya dalam 50 daftar
muslim berpengaruh di dunia versi The
Muslim 500 bersama 3 tokoh muslim lain dari Indonesia yaitu Presiden
Jokowi,Ketua Dewan Pertimbangan MUI yang juga mantan ketum PP Muhammadiyah Din
Syamsuddin dan Ra’is Amm dari Jami’iyyah
Ahli Thariqah al-Mu’tabarah al-nadhliayh Habib Luthfi bin Yahya dan KH
Prof.Dr.KH.Said Aqil Siraj
adalah contoh dari putra asli Cirebon yang mampu tampil di pentas nasional
bahkan sampai kancah dunia internasional yang memiliki pengaruh yang sangat kuat.Penulis
selaku orang Cirebon merasa bangga bahwa terdapat tokoh besar seperti
beliau.Semoga akan muncul tokoh-tokoh besar baru dari Cirebon menyusul beliau.
REFERENSI
#WIKIPEDIA
#profilbiodataustadz.blogspot.com
#nahdloh.com
#muslimoderat.net
Sebelumnya penulis mohon
maaf sebesar-besarnya jika terdapat kesalahan dalam penulisan informasi terkait
tokoh yang penulis angka.Mohon koreksinya jika terdapat kesalahan sebagai bahan
evaluasi agar lebih baik lagi ke depannya.

Post a Comment