INDONESIA DALAM SENTIMEN KEBERAGAMAN


            Indonesia adalah Negara kepulauan yang termasuk Negara dalam kawasan benua kuning atau Asia,lebih tepatnya terletak di Asia Tenggarada di apit oleh dua samudera,yaitu samudera fasifik dan samudera hindia.Selain letaknya yang berada persis di garis ring of fire yang membuat topologinya kaya akan penampangan gunung juga strategis sebagai jalur lalu lintas bangsa lain yang memungkinkannya mendapat banyak pengaruh budaya dari luar dan itu memberi corak keberagaman budaya di tanah nusantara.
             Negara kesatuam Republik Indonesia adalah Negara yang berdiri di atas keberagaman yang membentang dari sabang sampai merauke.Keberagaman tersebut meliputi suku,ras,adat istiadat,agama dan lain sebagainya namun dengan keberagaman yang ada tak jarang menjadi penyebab timbulnya pergesekan akibat perbedaan yang ada tersebut.Keberagaman membuat kesatuan dan persatuan negara sulit untuk erat karena begitu mudahnya terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak senang negara ini dalam keharmonisan meski dalam perbedaan.Perbedaan selalu menjadi alasan atas segala kekacauan dan kurusuhan yang terjadi  dimana hal itu terkadang menyebabkan korban jiwa yang tidak sedikit.Telah banyak konflik yang di latar belakangi perbedaan dan dalam hal ini sentiment agama dan kesukuan selalu menjadi factor yang paling berpotensi untuk penyebab terjadinya kerusuhan.Konflik antar umat beragama pernah terjadi di Ambon-Lease pada tahun 1998 di bulan januari  antar kalangan umat islam dan kalangan umat Kristen yang berujung pada tindakan brutal di mana dua kubu tersebut saling serang-menyerang satu sama lain dan menyebabkan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan selain meninggalkan kerusakan tempat-tempat ibadah masing masing-masing kubu dan tragedy ini tetap menjadi isu yang snsitif sampai sekarang.Sedangkan pada tahun 2001,segenap bangsa Indonesia tergunjang oleh tragedi berupa pertikaian yang terjadi antara suku Dayak dengan suku Madura.Tragedi yang dikenal dengan tragedi sampit ini dipicu oleh banyak factor hingga berujung dengan pertumpahan darah yang merenggut ratusan nyawa bahkan dalam tragedi ini juga diterapkan praktik menghilangkan nyawa dengan cara memenggal kepala.
             Terlepas dari semua itu,sejatinya kenberagaman adalah kekayaan budaya yang mewarnai khazanah intelektual suatu negara.Perbedaan atau keberagaman yang ada tidak boleh menjadi pemicu perpecahan dalam masyarakat Indonesia yang justru itu akan menggoyahkan kestabilan NKRI.Sejak berdirinya Republik ini,garuda pancasila telah ditetepkan sebagai lambang negara dimana semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA yang ada di dalamnya adalah jiwa yang merefleksikan semangat dalam perbedaan menuju Indonesia jaya.Bhineka Tungggal Ika menjadi tonggak terkuat dalam menjaga keharmonisan dalam kemajmukan dan dengan menghayati falsafah semboyan inisudah seharusnya perbedaan yang ada dijadikan batasan sebaliknya kita harus saling bersinergi untuk mewujudkan cita-cita bangsa.Sejak memproklamirkan diri sebagai negara yang berdaulat,tdak perduli islam ataupun Kristen,jawa maupun sunda,kita semua memiliki kewajiban yang sama untuk mendukung tanah air ini mencapai cita-citanya karena kita semua memiliki satu identitas yaitu bahwa kita adalah Indonesia.
Perbedaan adalah kekayaan,perbedaan ada tidak selalu untuk menjadi faktor pemecah belah.Seorang tokoh guru bangsa yaitu Abdurrahman wahid atau yang akrab dikenal Gus Du,beliau dalam hal menyikapi keberagaman di Indonesia  pernah mengatakan,”Tidak penting apa pun agama atau sukumu,kalau kamu bisa  melakukan sesuatu yang baik  untuk orang,orang tidak pernah Tanya apa agamamu”.



          Artikel ini telah dimuat pada harian Rakyat Cirebon edisi Kamis, 18 Mei 2017 dengan judul "Indonesia Dalam Sentimen Keberagaman"



Post a Comment

Previous Post Next Post