Puisi lama
secara sederhana adalah jenis karya sastra yang terikat oleh peraturan
tertentu,seperti persajakannya,jumlah kata perbaris dan lain sebagainya.Di
kesempatan yang baik ini saya akan menjelaskan jenis-jenis puisi lama berserta
contohnya.ok langsung saja berikut penjelasannya.
Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis
puisi lama yang telah ada sejak zaman dahulu kala.
Pantun
memiliki ciri yang diantaranya;
1.Memiliki 4
baris (2 baris pertama berupa sampiran dan 2 baris terakhir berupa isi)
2.Berpola
a-b-a-b
3.Memiliki 8
sampai 9 suku mata perbaris
4.setiap
bait terdiri dari 4 baria
Contoh
pantun:
Jalan-jalan
di atas kota gerimis
Tak lupa
membawa payung merah
Hidup memang
terkadang sadis
Tapi jangan
membuat menyerah
Talibun
Talibun merupakan salah satu bentuk
dari pantun dengan ciri-ciri yaitu memiliki lebih dari 4 baris perbait.misalnya
6,8 dan 10.Selain itu talibun juga memiliki sampiran dan isi.
Contoh
talibun
Hiduplah
seumpama sebatang padi
Yang
menyembunyikan kandungan isi
Dilapisi
selimut serupa jeruji
Menjadi
hamba patutlah mengabdi
Mengerjakan
amal sepenuh hati
Dan dihiasi
akhlak terpuji
Seloka
Seloka merupakan pantun dimana
kalimat pada baris ke-2 dan ke-4 pada bait pertama diulang kembali
pengucapannya pada kalimat ke-1 dan ke-3 pada bait ke dua oleh karena itu
seloka disebut juga pantun berbingkai.
Contoh
seloka:
Serupa awan
itulah merpati
Agar khusyu
berdoalah malam hari
Orang bijak
dengan budi pekerti
Dari
tanggung jawab tidak lari
Sinar
benderang adalah mentari
Bulan
bertahta di langit gulita
Pandailah
kita menjaga diri
Agar tidak
merugi kemudian hari
Gurindam
Gurindam merupakan salah satu jenis
puisi lama dimana isinya mengandung nasihat atau pun sindiran.Puisi jenis ini
gerdiri atas dua baris perbait.kedua baris tersebut berupa isi dan berpola a-a.
Contoh
gurindam:
Siapa dengki
ialah musuh
Jadi kawan
janganlah rusuh
Syair
Syair merupakan puisi yang berasal dan
berakar dari budaya bangsa arab yang masuk ke Indonesia (melayu) bersamaan
dengan persebaran agama islam.
Ciri-ciri
syair,diantaranya:
1.perbait
terdiri dari 4 baris.
2.Setiap
bait merupakan satu kesatuan arti.
3.Semua
baris adalah isi.
4.Berpola
a-a-a-a.
5.Jumlah
suku kata tiap baris 8-12.
6.Biasanya
isinya mengandung nasihat,petuah,dongeng,atau cerita.
Contoh syair:
Menghayati
hidup kaya penyesalan
Menghabiskan
masa senja dengan kenestapaan
Masa jaya
habis bersama semu tipu daya
Menawarkan
kilau sinar keemasan
Karmina
Karmina merupakan jenis pantun yang
memiliki baris lebih pendek yaitu hanya terdiri dari 2 baris oleh karena itu
disebut juga sebagai pantun kilat atau pantun singkat.
Contoh
karmina:
Banyak batu
akik,banyak batu permata
Banyak
berbuat baik,banyak yang cinta
sekian semoga bermanfaat.
sekian semoga bermanfaat.

Post a Comment